Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Asing, Industri Manufaktur Juaranya

Perolehan investasi asing langsung (FDI) sektor manufaktur sepanjang Januari–September 2021 mencapai US$11,9 miliar (Rp16,89 triliun) atau tumbuh 52,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  14:49 WIB
Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyaksikan ground breaking pabrik baterai LG-Hyundai di Karawang, Jawa Barat.  - BPMI
Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyaksikan ground breaking pabrik baterai LG-Hyundai di Karawang, Jawa Barat. - BPMI

Bisnis.com, JAKARTA — Industri pengolahan nonmigas atau manufaktur menempati posisi teratas dalam perolehan investasi asing langsung (FDI) sepanjang Januari–September 2021. Nilainya mencapai US$11,9 miliar (Rp16,89 triliun) atau tumbuh 52,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perolehan tersebut melanjutkan tren dominasi FDI manufaktur pada 2020 sebesar US$13,2 miliar (Rp18,71 triliun), yang diikuti sektor jasa di posisi kedua sebesar US$12,2 miliar (Rp17,29 triliun).

Sementara itu, capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor manufaktur pada periode tersebut mencapai Rp63 triliun (19,2 persen) dan berada di posisi kedua setelah jasa sebesar Rp218,9 triliun (66,8 persen).

Secara total FDI dan PMDN, sektor manufaktur mampu meraup Rp236,8 triliun dengan pertumbuhan 35,9 persen.

Sementara itu, berdasarkan industrinya, investasi logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya, mencatatkan angka FDI tertinggi sebesar US$4,95 miliar (Rp7,01 triliun) dengan 781 proyek.

Sepanjang Januari-September total perolehan FDI dan PDMN subsektor tersebut tercatat sebesar Rp82,7 triliun, naik 12,5 persen YoY.

"Investasi [di industri logam, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya] ini berarti tidak hanya mendorong yang sifatnya padat karya tapi mendorong sektor-sektor industri. Mudah-mudahan ke depan deindustrialisasi bisa kita atasi dengan industri membangun hilirisasi," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Rabu (27/10/2021).

Sementara itu, sektor yang menjadi jawara realisasi investasi pada Januari-September 2021 yakni perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp88,8 triliun, tumbuh 13,5 persen secara yoy.

Posisi ketiga setelah industri logam dasar yakni transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp80 triliun, naik 12,1 persen. Keempat, listrik, gas dan air senilai Rp59,4 triliun atau naik 9 persen, dan kelima pertambangan Rp53,3 triliun atau tumbuh 8,1 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi manufaktur bkpm pmdn
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top