Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Longgar, Industri Minuman Ringan Masih Pesimistis

Pada tahun lalu, kinerja volume produksi industri minuman ringan mengalami kontraksi hingga 20 persen. Tahun ini, dalam skenario optimistis, volume produksi dapat tumbuh 1-2 persen.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  19:03 WIB
Konsumen di satu gerai supermarket di Purwokerto tengah memilih minuman dalam kemasan.  - Bisnis.com
Konsumen di satu gerai supermarket di Purwokerto tengah memilih minuman dalam kemasan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pelonggaran PPKM dinilai belum berdampak signifikan pada normalisasi utilisasi industri minuman ringan.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Pridjosoesilo mengatakan utilisasi industri diramal stagnan di angka 60 persen sampai akhir 2021. Namun demikian, sejak Agustus lalu, permintaan telah mengalami perbaikan, tetapi belum signifikan.

"Pada Agustus itu kami sudah merasakan ada sedikit kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi kalau dibandingkan tahun lalu masih stagnan. Kalau kembali ke level 2019 secara overall dalam setahun, saya yakin tidak," katanya kepada Bisnis, Rabu (13/10/2021).

Secara umum dengan pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), lanjut Triyono, konsumen menjadi lebih percaya diri melakukan pengeluaran.

Namun tantangannya yakni pengaturan akses konsumen terhadap pusat-pusat perbelanjaan yang menjadi kantong-kantong konsumsi minuman ringan masyarakat.

Dia berharap pembatasan akses ke pusat-pusat perbelanjaan tidak berlanjut hingga akhir tahun yang bertepatan dengan momentum Natal dan tahun baru.

"Akhir tahun ada Natal dan tahun baru, biasanya masyarakat berkumpul dan konsumsi meningkat. Kalau masyarakat tidak bisa berkumpul kita agak khawatir," ujarnya.

Pada tahun lalu, kinerja volume produksi industri minuman ringan mengalami kontraksi hingga 20 persen. Tahun ini, dalam skenario optimistis, volume produksi dapat tumbuh 1-2 persen.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), Rachmat Hidayat menambahkan volume produksi diyakini bakal menguat hingga 6 persen sampai akhir tahun ini.

Optimisme tersebut didukung dampak positif pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat pada permintaan air minum dalam kemasan (AMDK).

"Dampak positif mulai terasa. Permintaan AMDK sudah mulai tumbuh, termasuk kemasan kecil yang dikonsumsi di luar rumah," ujar Rachmat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top