Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surabaya Dinilai Lebih Membutuhkan Moda Kereta Cepat

Surabaya dinilai lebih membutuhkan moda transportasi kereta cepat dibandingkan dengan Bandung.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  18:28 WIB
Pembangunan pier head Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terletak di samping ruas jalan tol Jakarta/Cikampek
Pembangunan pier head Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terletak di samping ruas jalan tol Jakarta/Cikampek

Bisnis.com, JAKARTA - Institut Studi Transportasi (Instran) menilai dibandingkan Jakarta-Bandung, Jakarta-Surabaya lebih membutuhkan kehadiran Kereta Cepat bila memang fasilitas tersebut mendesak untuk dihadirkan di Tanah Air.

"Rute Jakarta-Surabaya itu jauh lebih urgent karena itu akan bisa mengurangi kepadatan di Bandara Cengkareng, misalnya," kata Ketua Instran Darmaningtyas, Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, jumlah pekerja dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya tidak seberapa. Pun dengan para pelaku bisnis yang membutuhkan moda Kereta Cepat untuk pergerakan di jalur ini.

Dia menilai pasar captivenya juga tidak jelas. Sehingga rute Jakarta-Surabaya dinilai jauh lebih signifikan dibandingkan dengan Jakarta-Bandung.

"Bukan itu saja, saat ini sudah ada jalan tol layang di Cikampek. Artinya, kemacatan-kemacetan yang ada di titik-titik yang ada di Bandung sekarang sudah mulai terurai. Perjalanan kereta api yang reguler juga sudah mulai diperpendek," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhir-akhir ini menuai hujan kritik dari sejumlah kalangan. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) No. 93/2021 yang merupakan perubahan atas Perpres No. 107/2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Dari beberapa pasal revisi, yang paling jadi sorotan publik adalah revisi Pasal 4, dimana proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini diizinkan untuk didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lantaran kondisi keuangan para pemegang saham perusahaan konsorsium mega proyek tersebut mengalami kemacetan akibat pandemi Covid-19.

Padahal, saat perencanaan hingga awal pembangunan, baik Presiden Jokowi maupun para pembantunya, berjanji untuk tidak menggunakan uang rakyat seperser pun untuk membiayai proyek kerja sama dengan China tersebut.

Di sisi lain, sejak awal pembangunannya, beberapa kalangan menilai Jakarta-Bandung belum terlalu membutuhkan moda Kereta Cepat lantaran jaraknya yang pendek, serta sudah ada Tol Cipularang dan KA Argo Parahyangan.

Selain itu, jarak Jakarta-Bandung relatif dekat, sehingga kecepatan Kereta cmCepat dianggap kurang efisien. Belum lagi harus berhenti di beberapa stasiun pemberhentian.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top