Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengiriman Lewat Udara, Begini Kendala UKM

Pemberian subsidi dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek jika biaya pengiriman lewat udara justru menyebabkan harga produk menjadi lebih mahal.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  18:40 WIB
Pengiriman Lewat Udara, Begini Kendala UKM
Produk kargo yang diangkut sebanyak 95 persen adalah produk general cargo seperti barang hantaran dan dokumen. - Citilink
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah diharapkan tetap memperhatikan sejumlah aspek dalam mendorong ekspor UKM, termasuk ketika menerapkan usulan pengiriman barang melalui jalur udara sebagai solusi atas biaya pengapalan yang tinggi.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pemangku kepentingan perlu memastikan agregasi pada barang-barang sejenis dilakukan demi mencapai efisiensi pengiriman.

“Jika lewat jalur udara lebih efisien, kenapa tidak diterapkan. Saya harap bisa difasilitasi segera, terutama oleh BUMN yang menyediakan jasa logistik ekspor,” kata Bhima, Minggu (3/10/2021).

Bhima juga menilai pemberian subsidi bisa menjadi solusi jangka pendek jika biaya pengiriman lewat udara justru menyebabkan harga produk menjadi lebih mahal. Menurutnya, masih banyak pelaku tetap memilih ekspor lewat jalur udara karena biaya akhir produk yang tetap lebih murah.

“Perlu dipertimbangkan juga soal ekspor produk UKM yang harganya tidak terlalu tinggi, apakah dengan jasa kargo udara harganya tetap kompetitif nanti? Jika tidak justru tidak efisien,” tambahnya.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan pelaku UKM tetap mempertimbangkan harga akhir produk di destinasi ekspor saat memilih jasa pengiriman.

“Jika memang lewat kargo udara dihitung lebih murah, pelaku akan memanfaatkannya,” kata dia.

Namun dia menekankan bahwa kendala yang dihadapi UKM untuk menembus pasar ekspor bukanlah sebatas pada biaya pengapalan. Lebih dari itu, banyak keterbatasan UKM yang menghalanginya melakukan aktivitas ekspor.

“Untuk ekspor kendala pertama di legalitas, bagaimana memenuhi standar di negara tujuan. Lalu ada masalah akses pembiayaan, terutama yang produksinya besar tentu memerlukan biaya yang besar pula,” kata Ikhsan.

UKM juga masih terkendala konsistensi produksi dengan skala dan kriteria sesuai kebutuhan buyer. Pada banyak kasus, kata Ikhsan, UKM tidak bisa memenuhi order karena situasi sumber daya manusia dan kualitas produk yang berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pembiayaan Pertumbuhan Ekonomi ukm
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top