Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Super Air Jet Tawarkan Harga PCR Cuma Rp285.000

Super Air Jet menawarkan harga PCR senilai Rp285.000 khusus rute tertentu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 September 2021  |  15:59 WIB
Super Air Jet Tawarkan Harga PCR Cuma Rp285.000
Kru kabin Super Air Jet. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Super Air Jet menawarkan harga khusus uji kesehatan RT-PCR bagi penumpangnya senilai Rp285.000.

Direktur Utama (Chief Executive Officer) Super Air Jet Ari Azhari menjelaskan harga tersebut khusus untuk penerbangan di rute Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK).

Pengenaan tarif terjangkau tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap penumpangnya sekaligus mempersiapkan rencana untuk melayani penumpang berjadwal (regular flight).

Dia berpendapat penawaran uji kesehatan khusus RT-PCR juga menjadi salah satu hal penting dalam kampanye terbang itu Super Jet. Kampanye Super Sehat menjadi salah satu bagian komitmen dalam mempersiapkan rencana penerbangan itu dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan, termasuk pemeriksaan atau uji kesehatan Covid-19.

“Tarif Super Hemat Rp285.000 berlaku mulai Rabu [22/9/2021] sampai pemberitahuan lebih lanjut pada keberangkatan dari Jakarta ke Medan Kualanamu,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (23/9/2021).

Super AirJet bekerjasama dengan mitra pelaksanaan uji kesehatan Covid-19 yang sudah terdaftar (terafiliasi) dengan kementerian Kesehatan. Uji kesehatan RT-PCR harus mengikuti syarat ketentuan perjalanan udara termasuk masa berlaku hasil uji kesehatan yang diwajibkan bagi tamu super selama menjadi ketentuan atau aturan berlaku.

Untuk layanan RT-PCR ini, tempat pengambilan sampel adalah lokasi dimana calon penumpang datang langsung untuk dilakukan pengambilan sampel (swab). Tempat pemeriksaan (pengujian) sampel DDSM terpusat di laboratorium yang sudah masuk dalam data new-All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

Data hasil RT-PCR disimpan dalam big data Kementerian Kesehatan yaitu New All Record (NAR). NAR akan terkoneksi aplikasi PeduliLindungi. Hasil uji hasil RT-PCR secara elektronik (digital), berisi data valid serta terintegrasi PeduliLindungi.

Adapun sejumlah persyaratan dalam Uji Kesehatan ini adalah khusus calon tamu super milenial (calon penumpang) dengan tiket Super Air Jet. Kemudian, bisa membayar secara langsung (datang ke lokasi fasilitas kesehatan yang sudah kerja sama) atau membeli voucher melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan, www.superairjet.com , agen perjalanan (tour and travel) dan lainnya.

Kemudian, proses pengambilan sampel khusus RT-PCR harap dilakukan 1x24 jam sebelum keberangkatan. Bila pengambilan sampel mendekati jadwal keberangkatan (kurang dari 24 jam sebelum keberangkatan), maka voucher tidak berlaku.

Jika hasil uji kesehatan dinyatakan positif (+) Covid-19, maka calon tamu super dapat melakukan proses perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) atau pengembalian dana tiket (refund) tanpa dikenakan biaya.

Sebelum terbang, setiap calon penumpang wajib melakukan uji kesehatan Covid-19. Setiap penumpang juga wajib memiliki Aplikasi PeduliLindungi, platform ini akan menyimpan (terintegrasi) data dari setiap calon penumpang berupa hasil tes pemeriksaan RT-PCR Covid-19, kartu/sertifikat vaksinasi nasional.

Calon penumpang diharapkan mengunduh (download) dan registrasi (pengisian) aplikasi PeduliLindungi melalui ponsel pintar (smartphone) masing-masing dari Google Play Store atau Apple Store atau dapat diakses https://pedulilindungi.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan PCR
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top