Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PPKM Longgar, Industri Sepeda Mulai Bergerak

Kendati permintaan sepeda sudah naik, tetapi utilisasi pabrik belum dapat ditingkatkan. Pasalnya saat ini masih banyak stok lama yang belum terserap pasar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 September 2021  |  16:08 WIB
PPKM Longgar, Industri Sepeda Mulai Bergerak
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha sepeda dapat kembali bernapas usai pelonggaran pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo mengatakan dibandingkan dengan Juli, permintaan pada bulan ini mengalami kenaikan sekitar 30–40 persen.  

"Kalau dari Juli sudah lebih baik karena jumlah orang yang main sepeda sudah lebih banyak lagi. Sekarang bisa recover sekitar 30–40 persen," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/9/2021).

Namun demikian, dia juga menggarisbawahi serapan pasar yang masih rendah. Pasalnya, stok barang di pasar masih cukup banyak sehingga pabrikan belum bisa mengoptimalkan kapasitas produksi. Saat ini pabrikan hanya mengisi kekosongan barang dari tipe-tipe tertentu yang permintaannya masih bagus di pasaran.

Sementara itu, dia memperkirakan utilisasi industri saat ini berada di angka 50 persen. Dia juga memperkirakan pada November stok barang lama akan terserap pasar sehingga pabrikan dapat mulai menggenjot produksi.

Adapun permintaan sepeda sepanjang tahun ini diproyeksi akan turun dibandingkan dengan 2020. Pasalnya, permintaan pada tahun lalu melonjak karena berbagai faktor seperti tren bersepeda maupun kesadaran masyarakat untuk berolahraga. Pada tahun ini, permintaan sepeda cenderung bergerak lebih natural.

"Sekarang ini lebih organik, tanpa ada dorongan apapun market bergerak begitu saja. Andaikata ini berjalan terus, ini cukup baik tinggal bagaimana pasar terus digerakkan," ujarnya.

Menurut catatan Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), total permintaan sepeda di pasar domestik mencapai kurang lebih 8 juta unit pada 2020. Sekitar 3 juta-3,5 juta unit merupakan hasil produksi dalam negeri.

Senada dengan Eko, Ketua Umum Asosiasi Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono, produksi sepeda domestik saat ini belum sepenuhnya berjalan normal.

"Pelaku usaha berharap produksinya bisa kembali minimal sama dengan produksi sebelum pandemi," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur sepeda PPKM Darurat
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top