Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPKM Longgar, Industri Sepeda Mulai Bergerak

Kendati permintaan sepeda sudah naik, tetapi utilisasi pabrik belum dapat ditingkatkan. Pasalnya saat ini masih banyak stok lama yang belum terserap pasar.
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021). /Antara
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha sepeda dapat kembali bernapas usai pelonggaran pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo mengatakan dibandingkan dengan Juli, permintaan pada bulan ini mengalami kenaikan sekitar 30–40 persen.  

"Kalau dari Juli sudah lebih baik karena jumlah orang yang main sepeda sudah lebih banyak lagi. Sekarang bisa recover sekitar 30–40 persen," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/9/2021).

Namun demikian, dia juga menggarisbawahi serapan pasar yang masih rendah. Pasalnya, stok barang di pasar masih cukup banyak sehingga pabrikan belum bisa mengoptimalkan kapasitas produksi. Saat ini pabrikan hanya mengisi kekosongan barang dari tipe-tipe tertentu yang permintaannya masih bagus di pasaran.

Sementara itu, dia memperkirakan utilisasi industri saat ini berada di angka 50 persen. Dia juga memperkirakan pada November stok barang lama akan terserap pasar sehingga pabrikan dapat mulai menggenjot produksi.

Adapun permintaan sepeda sepanjang tahun ini diproyeksi akan turun dibandingkan dengan 2020. Pasalnya, permintaan pada tahun lalu melonjak karena berbagai faktor seperti tren bersepeda maupun kesadaran masyarakat untuk berolahraga. Pada tahun ini, permintaan sepeda cenderung bergerak lebih natural.

"Sekarang ini lebih organik, tanpa ada dorongan apapun market bergerak begitu saja. Andaikata ini berjalan terus, ini cukup baik tinggal bagaimana pasar terus digerakkan," ujarnya.

Menurut catatan Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI), total permintaan sepeda di pasar domestik mencapai kurang lebih 8 juta unit pada 2020. Sekitar 3 juta-3,5 juta unit merupakan hasil produksi dalam negeri.

Senada dengan Eko, Ketua Umum Asosiasi Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono, produksi sepeda domestik saat ini belum sepenuhnya berjalan normal.

"Pelaku usaha berharap produksinya bisa kembali minimal sama dengan produksi sebelum pandemi," ujarnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper