Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger Pelindo, Begini Struktur Pimpinan dan Model Bisnisnya

Merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan akan memiliki regional head di empat subholding dengan satu direksi yang akan menangani operasional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 September 2021  |  13:59 WIB
Merger Pelindo, Begini Struktur Pimpinan dan Model Bisnisnya
Ilustrasi petugas beraktivitas di New Priok Container Terminal (NPCT), Kali Baru, Cilincing, Jakarta, Senin (5/2). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan akan memiliki regional head di empat subholding dengan satu direksi yang akan menangani operasional.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menyampaikan bahwa pada 1 Oktober 2021 akan terbentuk empat regional subholding Pelindo, yakni Regional 1 yang berlokasi di Medan, Regional 2 di Jakarta, Regional 3 di Surabaya, dan Regional 4 di Makassar.

Pascamerger, kata dia, berbagai persoalan termasuk hubungan dengan pelanggan dan konsumen akan tetap berjalan sebagaimana mestinya di masing-masing Pelindo regional. Artinya, tidak ada perubahan layanan dan hubungan dengan pelanggan.

Nantinya, terangnya, di masing-masing regional subholding akan terdapat regional head yang memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan sebagaimana yang saat ini dimiliki oleh Direksi Pelindo I, II, III, dan IV dengan pembatasan kewenangan yang diberikan.

Dengan demikian, segala persoalan operasi dan hubungan dengan pelanggan bisa diputuskan oleh regional head di masing-masing subholding.

“Sekali lagi kami sampaikan untuk di regional ini akan dipimpin oleh regional head yang bertanggung jawab menjamin kelancaran. Regional head akan dibantu oleh senior manajer operasi dan komersial untuk menyelesaikan permasalahan komersial jika ada. Hal-hal lain di luar kewenangan regional head akan ditangani Direktur pengelola di perusahaan,” jelasnya, Senin (20/9/2021).

Sementara itu, Pelindo II akan berubah nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia dan menjadi kantor pusat. Di perusahaan itu juga akan terdapat direksi yang menangani operasi regional Pelindo I dari Aceh sampai Jayapura.

Direksi tersebut bertanggung jawab melakukan penyelesaian operasional yang tidak bisa dilakukan di daerah.

Seperti diketahui, akan terbentuk empat subholding pascaintegrasi empat BUMN Pelabuhan. Pertama, kegiatan bisnis peti kemas dialihkan ke subholding peti kemas yang berkantor di Surabaya secara bertahap.

Kedua, subholding nonpeti kemas akan mengoperasikan seluruh aktivitas bisnis terminal curah di Pelindo I, II, III, dan IV secara bertahap. Ketiga, subholding yang menangani kegiatan logistik dan hinterland terkait dengan pengelolaan tanah akan dioperasikan di Jakarta.

Keempat, subholding marine equipment dan marine services merupakan bisnis pendukung Pelindo.

Adapun, Pelindo terintegrasi memiliki tiga objektif, yakni pertama kepada pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan standarisasi pelabuhan. Hal ini juga sebagai salah satu bentuk untuk mendukung capaian sasaran Kemenhub.

Kedua, terkait dengan ekosistem mendukung layanan logistik terintegrasi mulai dari darat dan laut  guna menguatkan dan mendukung tercapainya efisiensi.

Ketiga, penciptaan nilai BUMN pelabuhan dengan peningkatan skala usaha keunggulan operasi dan komersial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis pelindo merger
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top