Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Efisiensi Arus Truk, Tanjung Priok Mulai Terapkan STID

Digitalisasi merupakan isu yang tengah gencar dilakukan oleh operator pelabuhan untuk mencegah dari pungutan liar dan meningkatkan efisiensi.
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) /IPC merilis penerapan sistem Single Truck Identification Data atau Single TID (STID) untuk meningkatkan efektivitas arus truk.

EVP Sekretariat Perusahaan Ali Mulyono mengatakan single TID merupakan sebuah sistem berbasis elektronik yang terintegrasi dengan asosiasi truk, cabang-cabang pelabuhan yang dikelola IPC dan terminal-terminal operator yang ada di wilayah pelabuhan. Dalam hal ini adalah cabang Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi proyek percontohan penerapan STID.

“Penerapan STID ini merupakan upaya IPC dalam peningkatan pelayanan dan kelancaran distribusi barang. Dengan layanan yang terintegrasi antara IPC dan asosiasi truk ini harapannya pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (9/9/2021).

Sistem STID, lanjutnya, merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi IPC Group, stakeholders pemerintahan di pelabuhan, asosiasi truk , dan perbankan untuk memonitor efektivitas arus truk di terminal pelabuhan.

Ali menjelaskan masing-masing terminal operator hanya memiliki akses kartu, dengan STID hal tersebut akan terintegrasi menjadi satu kartu akses untuk seluruh terminal operator di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu, standarisasi layanan Gate Terminal akan menambah efektifitas pelayanan dan peningkatan keamanan terminal operator yang termasuk dalam wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Seperti diketahui, digitalisasi merupakan isu yang tengah gencar dilakukan oleh operator pelabuhan untuk mencegah dari pungutan liar dan meningkatkan efisiensi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga melaporkan sejumlah upaya yang telah dilakukan dalam upaya digitalisasi di pelabuhan seperti implementasi Kartu Identifikasi Truk (TID).

Kemudian ada pembatasan usia truk di bawah 20 tahun. Adapula penerapan sistem gerbang otomatis, surat himbauan dan pengawasan terkait pungli di pelabuhan, surat tindak lanjut rencana pelaksanaan Ramp Check Truck, serta rencana kolaborasi aksi Inaportnet dengan INSW.

"Kita juga sudah memperketat pengawasan dalam 24 jam selama 7 hari penuh dan efisiensi pergerakan truk melalui skema container consolidation," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper