Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Batu Bara Naik, PTBA Dominan Salurkan ke Pasar Domestik

Tahun ini, PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 30 juta ton. Setelah memproduksi 13,3 juta ton pada semester I/2021, perusahaan akan mengejar target 16,7 juta ton sampai akhir tahun. 
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 September 2021  |  11:32 WIB
Produksi Batu Bara Naik, PTBA Dominan Salurkan ke Pasar Domestik
Aktivitas penambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Tanjung Enim, Sumatra Selatan - Bloomberg/Dadang Tri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk. mengoptimalkan produksi batu bara pada semester I/2021 untuk kebutuhan domestik meski harga batu-bara acuan (HBA) untuk ekspor berada di angka tertinggi yakni US$150,03 per ton. 

Dalam paparan publik, perusahaan tambang milik negara ini mencatatkan volume produksi hingga 13,3 juta ton pada semester I/2021 atau naik sekitar 11 persen dibandingkan dengan periode sama pada 2020. 

Selain itu, volume penjualan batu bara pada semester I/2021 mencapai 12,9 juta ton atau naik tipis 3 persen secara year on year. Dari angka ini 8,12 juta ton atau 63 persen disalurkan untuk kebutuhan domestik. 

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C mengatakan perusahaan akan tetap berpedoman pada ketentuan domestic market obligation (DMO) untuk harga batu bara dalam negeri. 

“Sampai dengan Agustus 2021 DMO sudah terpenuhi,” katanya dalam pernyataan paparan publik, Kamis (9/9/2021).  

Meski begitu, perusahaan berkode emiten PTBA itu akan tetap menyalurkan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri pada semester II/2021. Menurutnya masih ada porsi batu bara yang akan dikirimkan kepada PLN maupun pembeli lainnya untuk pasar domestik.

Di sisi lain, perusahan mengaku akan mendorong ekspor seiring semakin tingginya harga batu bara acuan pada September 2021. Pun demikian, target ekspor kata dia tidak akan mengabaikan kewajiban perusahaan pada DMO sampai akhir tahun. 

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri, pemerintah menetapkan kewajiban menjual 25 persen dari total produksi untuk pasar domestik. 

Tahun ini, PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 30 juta ton. Setelah memproduksi 13,3 juta ton pada semester I/2021, perusahaan akan mengejar target 16,7 juta ton sampai akhir tahun. 

Apollonius mengatakan frekuensi hujan pada kuartal III/2021 hingga awal September cukup baik sehingga tidak mempengaruhi proses produksi.

“Diharapkan kondisi ini akan terus berlanjut hingga kuartal IV/2021 sehingga target yang ditentukan akan dapat tercapai,” terangnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit asam harga batu bara dmo
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top