Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Baru, Bayar Tol Bisa Lewat Aplikasi

PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) akan segera meluncurkan aplikasi yang menggunakan teknologi multi lane free flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk pengendara terkait implementasi transaksi tol nontunai nirsentuh.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 September 2021  |  15:16 WIB
Gerbang Tol Meruya 4, salah satu pintu masuk/keluar di Jalan tol Kebon Jeruk-Ulujami. Jalan tol ini dikelola oleh PT Marga Lingkar Jakarta. - MLJ
Gerbang Tol Meruya 4, salah satu pintu masuk/keluar di Jalan tol Kebon Jeruk-Ulujami. Jalan tol ini dikelola oleh PT Marga Lingkar Jakarta. - MLJ

Bisnis.com, JAKARTA – PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) akan segera meluncurkan aplikasi yang menggunakan teknologi multi lane free flow (MLFF) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk pengendara terkait implementasi transaksi tol nontunai nirsentuh.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menjadwalkan pengenalan aplikasi tersebut pada regulator per Oktober 2021. Adapun, uji coba implementasi sistem MLFF akan dilakukan pada Juli 2022.

“Proses transaksi [untuk masuk jalan tol] dilakukan melalui aplikasi khusus. Transaksi jalan tol tidak akan lagi [dilakukan di] gerbang akses masuk, karena gerbangnya tidak akan ada,” kata Chief Business Development RITS Emil Iskandar dalam diskusi publik Reformasi Sistem Transaksi Tol sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan kepada Pelanggan, Rabu (8/9/2021).

Emil menyampaikan bahwa pengguna jalan tol nantinya diharuskan untuk mengunduh aplikasi tersebut untuk melintasi jalan tol. Pengendara juga diharuskan melakukan registrasi dan mendaftarkan kendaraannya dalam aplikasi tersebut.

Setelah itu, pengendara akan memilih sistem pembayaran yang akan digunakan dalam membayar tarif. Sejauh ini, sistem pembayaran yang digunakan adalah melalui uang elektronik yang diterbitkan oleh bank.

Saat ingin mengakses jalan tol, kata dia, pengguna jalan tol diharuskan untuk menekan tombol deklarasi dalam aplikasi tersebut.

Emil berujar, pengguna jalan tol dapat menekan tombol tersebut saat keluar dari rumah untuk menghindari penggunaan gawai saat berkendara.

Menurutnya, hal tersebut penting agar satelit dapat mendeteksi posisi pengguna. Setelah terdeteksi, sistem akan mulai mengkalkulasikan tarif yang akan dikenakan dan secara otomatis dan mendebet sistem pembayaran yang dipilih sebelumnya.

Dengan kata lain, gawai yang telah telah terpasang aplikasi khusus RITS akan berfungsi sebagai electronic on-board unit (e-OBU).

Seperti diketahui, OBU adalah alat terpisah dalam kendaraan pengguna jalan tol yang dapat secara otomatis mendebet kartu elektronik saat melewati gerbang tol.

Untuk mengatasi gangguan sinyal, RITS juga akan melengkapi sistem MLFF dengan kamera di ruas-ruas tol. Kamera tersebut akan menangkap gambar nomor polisi pada kendaraan dan memverifikasi posisi kendaraan tersebut dengan sistem.

Menurutnya, gambar yang tertangkap kamera tersebut juga akan terhubung dengan sistem milik Kepolisian. Dengan kata lain, kata Emil, sistem MLFF yang akan diterapkan nanti akan memiliki pengawasan yang ketat.

“Kami pastikan central system yang akan kami bangun menganut asas reliable, secure, terukur, dan full tolerance,” ujarnya.

Di sisi lain, Emil mengatakan bahwa penerapan sistem itu akan menguntungkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), karena akan menghilangkan antrian di gebang tol.

Menurutnya, potential loss dari seluruh badan usaha jalan tol akibat adanya antrian di gerbang tol berdasarkan feasibility studies yang dilakukan RITS mencapai US$300 juta atau sekitar Rp4,4 triliun per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tarif tol
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top