Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GGRM, HMSP, dan Djarum jadi Penarik Insentif Pelunasan Pita Cukai Terbesar

Pemanfaatan insentif oleh Gudang Garam bahkan lebih besar dari akumulasi nilai 85 perusahaan rokok lainnya, kecuali PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 September 2021  |  17:16 WIB
Gudang Garam - skyscrapercity.com
Gudang Garam - skyscrapercity.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) tercatat sebagai produsen rokok yang memanfaatkan relaksasi pelunasan pita cukai paling besar, yakni sekitar 40 persen dari total pemanfaatan oleh seluruh pabrik yang mencapai Rp43,2 triliun.

Insentif pelunasan menjadi 90 hari berlaku bagi produsen rokok yang memesan pita cukai pada 9 April 2021–9 Juli 2021. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 93/2021 tentang Perubahan Kedua atas PMK 57/2017 tentang Penundaan pembayaran Cukai untuk Pengusaha Pabrik atau Importir Barang Kena Cukai yang Melaksanakan Pelunasan dengan Cara Pelekatan Pita Cukai.

Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat bahwa hingga 25 Agustus 2021 pemanfaatan insentif PMK 93/2021 oleh produsen rokok telah mencapai total Rp43,24 triliun.

Jumlah itu mencakup 34,5 persen dari total penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp125,28 triliun.

GGRM tercatat sebagai produsen rokok yang memanfaatkan insentif terbesar, yakni mencapai Rp17,46 triliun atau mencapai 40,39 persen dari total pemanfaatan oleh 87 perusahaan rokok.

Pemanfaatan insentif oleh Gudang Garam bahkan lebih besar dari akumulasi nilai 85 perusahaan rokok lainnya, kecuali PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP).

HMSP mencatatkan pemanfaatan insentif PMK 93/2021 sebesar Rp12,38 triliun atau 28,65 persen dari total nilai relaksasi hingga pekan lalu. Setelah Sampoerna, terdapat PT Djarum yang memanfaatkan relaksasi sebesar Rp6,23 triliun.

DJBC hanya memaparkan sembilan perusahaan dengan pemanfaatan insentif pelunasan pita cukai terbesar. Selain tiga raksasa rokok di atas, enam perusahaan lainnya yang disebutkan DJBC memiliki kontribusi 0,76 persen–1,08 persen terhadap total pemanfaatan relaksasi PMK 93/2021.

Keenam perusahaan tersebut adalah PT Cakra Guna Cipta, Pabrik Rokok (PR) Sukun, PT Merapi Agung Lestari, PT Gelora Djaja, PT Nojorono Tobacco International, dan PT Karya Timur Prima. Adapun, 78 perusahaan lainnya mencatatkan total pemanfaatan relaksasi pelunasan pita cukai sebesar Rp4,87 triliun.

"Rp43,2 triliun nilai cukai berdasarkan CK-1 penundaan 90 hari [skema PMK 93/2021]. 34,5 persen dari total penerimaan [cukai hasil tembakau] Rp125,28 triliun," tertulis dalam dokumen DJPC yang dikutip pada Rabu (1/9/2021).

Berikut data pemanfaatan insentif pelunasan pita cukai oleh perusahaan-perusahaan rokok yang dihimpun Bisnis:

 

Perusahaan Rokok

Relaksasi

Porsi

Gudang Garam

17.464

40,39%

Sampoerna

12.387

28,65%

Djarum

6.236

14,42%

Cakra Guna

467,09

1,08%

Sukun

416,90

0,96%

Merapi Agung

382,57

0,88%

Gelora Djaja

354,86

0,82%

Nojorono

329,74

0,76%

Karya Timur

329,72

0,76%

Lain-lain

4.872

11,27%

Sumber: Bea dan Cukai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna gudang garam Cukai Rokok
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top