Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GM Tarik 73.000 Mobil Listrik karena Risiko Baterai Terbakar

Langkah terbaru itu mencakup semua mobil listrik Bolt dan kendaraan utilitas listrik Bolt dari model 2019 hingga 2022. GM mengatakan akan mengganti modul baterai di kendaraan tersebut.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Agustus 2021  |  14:18 WIB
Kampanye Everybody In menetapkan nada optimistis dan inklusif untuk masa depan EV.  - GM
Kampanye Everybody In menetapkan nada optimistis dan inklusif untuk masa depan EV. - GM

Bisnis.com, JAKARTA - General Motors Co. menarik lebih dari 73.000 kendaraan listrik Bolt dengan biaya US$1 miliar karena risiko baterai terbakar.

Penarikan itu merupakan perluasan dari tindakan serupa yang diambil perusahaan bulan lalu ketika menemukan cacat pada baterai mobil listriknya.

Langkah terbaru itu mencakup semua mobil listrik Bolt dan kendaraan utilitas listrik Bolt dari model 2019 hingga 2022. GM mengatakan akan mengganti modul baterai di kendaraan tersebut.

"Semua kendaraan listrik Chevrolet Bolt sekarang ditarik karena risiko baterai bertegangan tinggi terbakar," kata Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Minggu (22/8/2021).

Dihadapkan dengan penarikan yang meluas, pembuat mobil itu mengatakan sedang menekan pemasok baterainya, LG di Korea Selatan, untuk penggantian biaya tindakan lapangan ini. Sedangkan LG mengatakan sedang bekerja untuk memastikan bahwa penarikan dilakukan dengan lancar.

"Cadangan dan rasio biaya penarikan akan diputuskan tergantung pada hasil investigasi bersama yang mencari akar permasalahan, yang saat ini dipegang oleh GM, LG Electronics, dan LG Energy Solution," kata LG.

GM memperingatkan pelanggan untuk memarkir Bolt mereka di luar dan jauh dari gedung, serta menginstruksikan mereka untuk tidak mengisi daya kendaraan dalam semalam. Pemilik harus membatasi status pengisian daya hingga 90 persen, mengisi ulang lebih sering, dan tidak menguras baterai di bawah kisaran 70 mil, kata perusahaan itu.

Penarikan kembali berlaku untuk semua kendaraan Bolt, termasuk yang mungkin telah menerima perbaikan penarikan sebelumnya untuk masalah risiko kebakaran.

Produsen mobil yang berbasis di Detroit itu mengatakan pihaknya memperluas penarikan dari tingkat bulan lalu karena setelah pemeriksaan lebih lanjut menemukan cacat manufaktur pada sel baterai tertentu yang diproduksi di fasilitas manufaktur LG di luar pabrik Ochang, Korea Selatan.

Kekurangannya termasuk tab anoda yang sobek dan pemisah yang terlipat di sel baterai, yang meningkatkan risiko kebakaran. kata GM.

Baterai dengan modul yang tercakup dalam penarikan baru akan datang dengan garansi terbatas 8 tahun/100.000 mil atau 8 tahun/160.000 kilometer di Kanada.

Biaya yang terkait dengan kebakaran baterai telah mencapai hasil kuartalan terbaru perusahaan. Perusahaan mengatakan harus menghabiskan US$800 juta untuk penarikan yang dikeluarkan akhir bulan lalu untuk hampir 69.000 Chevy Bolts karena risiko kebakaran dari baterai LG yang rusak.

Sisa dari kendaraan model 2019 dan mobil model 2020 tidak dikenakan penarikan sebelumnya karena mereka menggunakan baterai yang dibuat di AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik lg general motors

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top