Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Rekomendasi Bisnis dari Warren Buffett untuk Hadapi Periode Inflasi Tinggi

Buffett juga mengatakan bahwa sangat berguna untuk memiliki real estat selama masa inflasi karena pembeliannya merupakan pengeluaran satu kali bagi investor, dan memiliki manfaat tambahan untuk dapat dijual kembali.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Agustus 2021  |  13:52 WIB
Warren Buffet
Warren Buffet

Bisnis.com, JAKARTA - Inflasi terus menaikkan harga barang-barang di Amerika Serikat, dari mobil bekas, bensin, hingga bahan makanan. Inflasi melonjak 5,4 persen bulan lalu dari posisi Juli 2020, menyamai lompatan terbesar sejak 2008.

Meskipun beberapa ekonom dan pakar keuangan lainnya mengatakan bahwa tingkat inflasi saat ini tidak perlu dikhawatirkan, kenaikan harga menjadi hampir mustahil untuk dihindari.

Namun, ketika berbicara tentang investasi, CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett mengatakan ada beberapa bisnis yang lebih mungkin berhasil daripada yang lain.

Pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2015, Buffett ditanya kepemilikan perusahaannya yang mana yang paling siap untuk berkembang selama periode inflasi tinggi.

Tanggapan Buffett, bisnis terbaik adalah yang tidak memerlukan reinvestasi terus-menerus karena menjadi semakin mahal seiring turunnya nilai satu dolar.

"Bisnis terbaik selama inflasi adalah bisnis yang Anda beli sekali dan kemudian Anda tidak perlu terus melakukan investasi modal selanjutnya,” kata Buffett, dilansir CNBC International, Minggu (22/8/2021).

Dia menambahkan bahwa setiap bisnis dengan investasi modal besar cenderung menjadi bisnis yang buruk untuk dijalankan.

Bisnis seperti utilitas atau kereta api terus memakan lebih banyak uang dan tidak menguntungkan, jelasnya. Dia lebih suka memiliki perusahaan yang memiliki koneksi dengan orang-orang.

"Sebaliknya, sebuah merek adalah hal yang luar biasa untuk dimiliki selama inflasi,” kata Buffett. Baginya, itu termasuk merek seperti See's Candy, yang dimilikinya sejak 1972.

Tentu saja, kebanyakan investor harian tidak dapat membeli seluruh bisnis, tetapi mereka dapat membeli saham di perusahaan yang mereka sukai. Memiliki bagian dari bisnis yang luar biasa, seperti yang dikatakan Buffett pada 2009, berguna karena apa pun yang terjadi dengan nilai dolar, produknya akan tetap diminati.

Buffett juga mengatakan bahwa sangat berguna untuk memiliki real estat selama masa inflasi karena pembeliannya merupakan pengeluaran satu kali bagi investor, dan memiliki manfaat tambahan untuk dapat dijual kembali.

Namun, tindakan terbaik bagi sebagian besar investor bukanlah memilih saham tunggal yang mereka yakini akan berkinerja baik, melainkan berinvestasi dalam dana indeks berbiaya rendah, yang jauh lebih kecil risikonya.

Buffett telah lama merekomendasikan agar investor memasukkan uang mereka ke dalam dana ini, yang menahan setiap saham dalam indeks, membuat mereka terdiversifikasi secara otomatis. S&P 500, misalnya, mencakup perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Coca-Cola, dan Google.

"Bagi orang yang ingin membangun tabungan pensiun mereka, dana indeks yang terdiversifikasi menjadi paling masuk akal sepanjang waktu," katanya.

Buffet menyarankan investor untuk membeli secara konsisten dana indeks berbiaya rendah S&P 500 dalam berbagai kondisi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis Inflasi warren buffett
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top