Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Sebut Kinerja Ekspor Masih di Jalur Positif

Penurunan ekspor secara bulanan terjadi pada semua sektor, termasuk kelompok industri pengolahan yang terkontraksi 3,63 persen dibandingkan dengan Juni 2021.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Agustus 2021  |  08:35 WIB
Kemendag Sebut Kinerja Ekspor Masih di Jalur Positif
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan kinerja ekspor Indonesia masih pada jalur positif, meskipun terjadi penurunan bulanan.

“Surplus senilai US$2,59 miliar pada Juli 2021 menunjukkan bahwa kinerja perdagangan Indonesia masih tetap solid. Meskipun ekspor pada Juli sedikit turun, tetapi nilainya masih cukup menggembirakan yang menandakan pasar ekspor masih cenderung positif,” kata Lutfi kepada Bisnis, Rabu (18/8/2021).

Total nilai ekspor pada Juli senilai US$17,7 miliar, tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juli 2020 ketika nilainya US$13,69 miliar. Nilai ekspor juga lebih tinggi dibandingkan dengan 2019 ketika pandemi belum melanda, yakni senilai US$15,24 miliar.

“Saya yakin kinerja perdagangan ke depan akan tetap positif dengan didukung oleh kinerja ekspor yang membaik. Perluasan pasar tentunya akan terus didorong ke sejumlah negara untuk meningkatkan penetrasi produk-produk kita di luar negeri. Selain itu, ekspor produk-produk bernilai tambah juga sudah selayaknya terus dipacu,” tambahnya.

Penurunan ekspor secara bulanan terjadi pada semua sektor, termasuk kelompok industri pengolahan yang terkontraksi 3,63 persen dibandingkan dengan Juni 2021. Meski demikian, ekspor industri pengolahan tetap naik 20,15 persen secara tahunan.

Peningkatan ekspor secara bulanan paling banyak disumbang oleh produk minyak nabati dengan kenaikan US$614 juta. Kemudian disusul produk kimia HS 38 sebesar US$71,5 juta dan pupuk kelompok HS 31 bertambah US$40,8 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor kemendag
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top