Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTBA Kaji Dua Opsi Skema Pembangunan Pabrik DME Bersama Pertamina dan Air Products

PTBA bersama Pertamina dan Air Products tengah menyusun perjanjian kerja sama terkait skema pembangunan pabrik DME yang direncanakan dibangun di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Proses mobilisasi batu bara dari ketinggian 15 meter - 20 meter di Anjungan Tambang Air Laya yang disediakan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) / Tim Jelajah Komoditas Bisnis Indonesia
Proses mobilisasi batu bara dari ketinggian 15 meter - 20 meter di Anjungan Tambang Air Laya yang disediakan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) / Tim Jelajah Komoditas Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Suryo Eko Hadianto mengungkapkan bahwa pihaknya bersama PT Pertamina (Persero) dan Air Products & Chemicals Inc. masih mengkaji skema pembangunan pabrik untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

Suryo menuturkan, ada dua opsi skema pembangunan pabrik yang tengah dipertimbangkan, yakni membangun pabrik secara terintegrasi dari proses gasifikasi batu bara sampai menjadi DME atau membangun pabrik hanya sampai pada pengolahan menjadi metanol.

Untuk itu, PTBA bersama Pertamina dan Air Products tengah menyusun perjanjian kerja sama terkait skema pembangunan pabrik DME yang direncanakan dibangun di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

“Kami sedang olah perjanjian yang lebih detail yang kaitannya kami akan lewati proses dua pabrik atau satu pabrik, karena ini untuk buat DME melalui proses batu bara dilakukan gasifikasi menjadi metanol. Kemudian metanol diproses baru jadi DME,” ujar Suryo dalam sebuah webinar, Senin (16/8/2021).

Jika pabrik hanya dibangun sampai pada tahap pembuatan metanol, menurutnya, akan mendorong munculnya banyak industri DME di dalam negeri.

Produk metanol dapat dijual ke pasar untuk kemudian diolah menjadi DME oleh industri yang memiliki skala lebih kecil.

Sementara itu, untuk membangun pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME secara terintegrasi dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar, sehingga baru bisa dikembangkan oleh perusahaan skala besar.

Misalnya saja, proyek DME yang dikembangkan PTBA dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton DME per tahun membutuhkan investasi mencapai US$2,1 miliar.

“Kalau batu bara ke metanol terlebih dahulu, ini bisa ke skala produksi yang jauh lebih kecil, sehingga skala industrinya bisa diturunkan grade-nya. Ini akan muncul banyak industri dalam negeri dari metanol ke DME,” kata Suryo.

“Ini pilihan, nanti kami coba pelajari apakah dari metanol terus DME-nya bisa ke industri lebih kecil, sehingga banyak pemain yang bisa terlibat atau kami akan langsung ke DME,” imbuhnya.

Adapun, PTBA bersama Pertamina dan Air Product memastikan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME terus berlanjut dengan ditandatanganinya amandemen perjanjian kerja sama pengembangan DME pada Mei 2021 lalu.

Suryo menambahkan, proyek tersebut diperkirakan akan beroperasi komersial pada akhir 2024 atau awal 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper