Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur China Melambat Menyusul Pelonggaran Pemulihan Ekonomi

Manufaktur terhambat pada Juli karena beberapa pabrik biasanya memulai pemeliharaan peralatan, kata biro statistik. Kondisi cuaca ekstrem yakni suhu tinggi dan banjir di beberapa daerah juga mempengaruhi produksi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  11:12 WIB
Manufaktur China Melambat Menyusul Pelonggaran Pemulihan Ekonomi
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas ekonomi China terus melonggar pada Juli 2021, menyiratkan pemulihan yang lebih stabil pada paruh kedua tahun ini karena risiko pertumbuhan meningkat.

Biro Statistik Nasional menyatakan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur resmi turun menjadi 50,4 dari 50,9 pada Juni. Angka itu di bawah perkiraan median 50,8 dalam survei ekonom Bloomberg. Angka di atas 50 menandakan ekspansi output.

Sementara itu, indeks nonmanufaktur, yang mengukur aktivitas di sektor konstruksi dan jasa, turun ke 53,3, sejalan dengan perkiraan.

Rebound berbentuk V di China telah stabil dalam beberapa bulan terakhir, dengan pertumbuhan menunjukkan lebih banyak keseimbangan pada kuartal kedua karena belanja konsumen pulih.

Manufaktur telah didukung oleh permintaan ekspor yang kuat selama pandemi, dan meskipun kemungkinan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang, output diperkirakan akan tetap solid.

Namun, ada risiko yang mengaburkan prospek ke depan. Kekurangan chip komputer dan listrik telah membatasi ekspansi pabrik, dan wabah Covid-19 baru-baru ini seperti di provinsi Jiangsu, pusat manufaktur utama, juga mengkhawatirkan, mengancam akan menghambat beberapa produksi dan membebani pengeluaran konsumen.

"Pemulihan berlanjut di sektor manufaktur dan nonmanufaktur. Namun, berita positif berhenti di situ -- dan ada banyak risiko. Di sektor manufaktur, permintaan dan penawaran melambat terutama, dan tekanan kenaikan harga meningkat," kata Chang Su, kepala ekonom Asia di Bloomberg, dilansir Minggu (1/8/2021).

Manufaktur terhambat pada Juli karena beberapa pabrik biasanya memulai pemeliharaan peralatan, kata biro statistik. Kondisi cuaca ekstrem yakni suhu tinggi dan banjir di beberapa daerah juga mempengaruhi produksi.

"Secara umum, data menunjukkan ekonomi China terus berkembang, tetapi pada kecepatan yang lebih lambat," kata biro itu.

Tekanan harga pada produsen meningkat pada Juli, dengan harga input dan output naik. Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah dalam beberapa pekan terakhir untuk meningkatkan pasokan komoditas dan menstabilkan harga.

Data tersebut mengikuti pertemuan penting Politbiro Partai Komunis, di mana para pejabat senior meninjau kinerja ekonomi di paruh pertama dan menetapkan prioritas kebijakan untuk sisa tahun ini.

Nada pertemuan menyarankan dukungan fiskal dan moneter akan tetap stabil secara luas di paruh kedua, kata para analis. Politbiro menjanjikan dukungan fiskal yang lebih efektif untuk perekonomian dan mengatakan kebijakan moneter akan menyediakan likuiditas yang cukup.

"Pihak berwenang terus menekankan bahwa China dihadapkan dengan ketidakpastian eksternal dan pemulihan domestik tidak solid dan tidak merata," kata Raymond Yeung, kepala ekonom untuk Greater China di Australia and New Zealand Banking Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china manufaktur china
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top