Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap! Peritel Kembali Tebar Diskon Sepanjang Agustus

Pada 2020, Hari Belanja Diskon Indonesia menjaring transaksi penjualan senilai Rp22,5 triliun. HBDI tahun lalu diikuti oleh 390 peritel, 477 merek, dan 375 pusat perbelanjaan dari 91 kota di Indonesia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 28 Juli 2021  |  16:54 WIB
Siap-siap! Peritel Kembali Tebar Diskon Sepanjang Agustus
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). - Bisnis/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peritel modern di Tanah Air kembali menggulirkan diskon demi menarik belanja konsumen di kuartal III/2021. Meski demikian, strategi ini dibayangi oleh kebijakan pembatasan mobilitas yang berisiko diperpanjang.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan peritel akan menggelar Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) pada 1 sampai 29 Agustus 2021. Potongan harga akan diberikan untuk belanja secara luring maupun daring dengan besaran mencapai 76 persen.

“Tahun ini kami kembali gelar HBDI dan disertai dengan kehadiran sentra vaksin di 10 kota sehingga selain ikut vaksin, masyarakat bisa berbelanja,” kata Budihardjo pada Rabu (28/7/2021).

Meski tidak secara khusus memasang target kenaikan penjualan selama pelaksanaan HBDI, Budihardjo mengatakan animo peritel untuk ikut serta cukup tinggi. Sejauh ini, 81 merek ritel telah menyatakan keikutsertaan HBDI offline dan 41 merek untuk belanja secara daring.

Brand yang bertambah berpotensi bertambah. Meski situasi sedang sulit, diskon tetap diberikan. Namun kami tidak bisa perkirakan berapa besar dampaknya pada penjualan karena ada risiko PPKM diberlakukan lebih panjang,” katanya.

Budihardjo menjelaskan iklim perdagangan ritel cenderung tidak kondusif. Selain menekan omzet peritel yang tidak bisa beroperasi di pusat perbelanjaan, dia  mengatakan pembatasan juga memicu disrupsi pasokan dari produsen.

“Pasokan sebagian besar dari pihak ketiga. Dengan penutupan mal supplier, distributor sampai ke pabrik juga terimbas, mereka tidak bisa menjual ke kami. Jika biaya produksi naik itu hal yang tidak bisa dihindari. Supply chain terganggu karena di hilir tidak bisa menjual produk,” kata dia.

Kehadiran diskon, lanjutnya, bisa mengurangi kemacetan dalam rantai pasok barang. Pelaku usaha juga bisa mengeluarkan stok barang baru maupun barang lama yang disiapkan untuk menaikkan penjualan.

Sebagai catatan, HBDI pada 2019 diikuti oleh 300 peritel, 400 merek, dan 350 pusat perbelanjaan dari 85 kota di Indonesia. Saat itu, total transaksi HBDI yang berhasil diperoleh mencapai Rp 20 triliun.

Sementara pada 2020, HBDI menjaring transaksi penjualan senilai Rp22,5 triliun. HBDI tahun lalu diikuti oleh 390 peritel, 477 merek, dan 375 pusat perbelanjaan dari 91 kota di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diskon ritel modern PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top