Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN: Akuisisi Pembangkit Listrik di Blok Rokan Menuju Tahap Akhir

PT PLN telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk Blok Rokan pada Februari lalu.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  18:21 WIB
PLN: Akuisisi Pembangkit Listrik di Blok Rokan Menuju Tahap Akhir
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Dok: SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) menyatakan negosiasi terkait akuisisi pembangkit listrik milik PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) di Blok Rokan sudah mendekati tahap akhir.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril mengatakan perseroan telah mencapai kesepakatan terkait ketentuan dalam conditional share purchase agreement (CSPA) pembelian saham PLTG North Duri Cogen MCTN 300 MW yang 95 persen sahamnya dimiliki oleh Chevron Standar Limited (CSL), afiliasi PT Chevron Pacific Indonesia.  

Alhasil, PLN diperkirakan dapat segera memiliki 100 persen saham MCTN dalam waktu dekat.

"Sekarang kami lagi proses negosiasi dengan CSL langsung. Tadi pagi kami sudah berhasil capai kesepakatan-kesepakatan daripada bunyi pasal-pasal CSPA dan nanti ada share purchasing agreement kami bisa tandatangani dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Bob dalam sebuah webinar, Selasa (22/6/2021).

Komunikasi akuisisi saham CSL di MCTN oleh PLN sudah dilakukan sejak November 2020. Berdasarkan bahan paparan yang disampaikan oleh Bob, PLN menargetkan proses akuisisi akan selesai pada akhir Juni 2021.

"Kalau lihat skema proses pelelangan mereka atau jual saham ini, mereka akan umumkan dalam minggu ini, kami harapkan paling lambat. Kemudian mereka punya 1 bulan untuk menunggu apabila kalau ada pertanyaan yang dari luar, setelah itu kami tanda tangan," katanya.

Adapun, PLN telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk Blok Rokan pada Februari lalu yang akan efektif bersamaan dengan berakhirnya pengelolaan Blok Rokan oleh CPI pada Agustus 2021.

Masa layanan pasokan listrik PLN dibagi menjadi dua, yaitu masa transisi hanya selama 3 tahun yang dimulai dari Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024 dan layanan permanen akan diberikan mulai 8 Agustus 2024.

Pada masa layanan transisi, PLN akan memanfaatkan PLTG North Duri Cogen MCTN, sedangkan layanan permanen dilakukan dengan menginterkoneksikan sistem kelistrikan pada Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Blok Rokan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top