Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Grab Holdings Listing di Bursa AS Akan Tertunda hingga Akhir Tahun

Bisnis rintisan yang berbasis di Singapura ini minggu lalu menunda penyelesaian kesepakatan dengan Altimeter Growth Corp ke kuartal IV/2021 karena tengah mengaudit kinerja tiga tahun terakhir.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  08:34 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Grap Holdings Inc. untuk listing di pasar modal AS melalui perusahaan cek kosong akan tertunda hingga kuartal IV/2021. Hal ini karena tinjauan keuangan yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Chief Executive Officer Grab Holdings Inc. Anthony Tan mengatakan dia yakin penggabungan raksasa transportasi dan pengiriman makanan dengan perusahaan cek kosong AS akan selesai pada akhir tahun, menyusul penundaan yang disebabkan oleh tinjauan keuangannya.

Bisnis rintisan yang berbasis di Singapura ini minggu lalu menunda penyelesaian kesepakatan dengan Altimeter Growth Corp ke kuartal IV/2021 karena tengah mengaudit kinerja tiga tahun terakhir.

Altimeter Growth Corp ditetapkan menjadi salah satu merger terbesar yang pernah ada dengan special purpose acquisition company (SPAC) atau perusahaan akuisisi bertujuan khusus.

Ketika mengumumkan pakta tersebut pada bulan April, Grab mengatakan dalam presentasi investor bahwa target penyelesaiannya adalah Juli.

“Kami memutuskan untuk proaktif. Kami ingin menetapkan standar dalam pelaporan keuangan yang transparan. Mungkin butuh sedikit lebih lama dari yang kami harapkan,” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Senin (14/6/2021).

Grab, yang beroperasi di seluruh Asia Tenggara, adalah perusahaan terbaru yang terpengaruh oleh pengawasan ketat dari regulator keuangan AS pada kesepakatan yang melibatkan SPAC.

Setelah hiruk-pikuk pencatatan, pasar SPAC telah dihantam oleh tindakan keras oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS serta tuntutan hukum dari pemegang saham, penurunan harga saham, dan penundaan pencatatan yang direncanakan.

Pengawasan Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC tentang bagaimana aturan akuntansi berlaku untuk elemen kunci dari perusahaan cek kosong telah mendorong pengajuan pernyataan ulang.

Regulator mengatakan bahwa SPAC mungkin perlu memperhitungkan waran sekuritas yang diterbitkan untuk investor awal sebagai kewajiban, bukan sebagai ekuitas.

Tan yang saat ini berusia 39 tahun menolak berkomentar ketika ditanya apakah dia mengharapkan pernyataan ulang besar-besaran oleh Grab setelah audit keuangan.

Dia tidak mengesampingkan daftar sekunder di pasar dalam negeri Grab di Singapura, dengan mengatakan perusahaan mempertimbangkan semua opsi. Namun, dia mengatakan Grab berfokus pada daftar Nasdaq melalui merger Altimeter yang menilai kombinasi tersebut sekitar US$40 miliar.

CEO mengatakan Grab mempertimbangkan penawaran umum perdana tradisional, tetapi memilih kesepakatan dengan Altimeter Brad Gerstner setelah melihat komitmen oleh mitra SPAC. Altimeter telah berkomitmen untuk periode penguncian tiga tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as initial public offering Grab
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top