Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab Venture Velocity Berhasil Kembangkan Start Up Lokal

Start up di Indonesia dinilai perlu dijembatani untuk mengukur penerimaan pasar terhadap produk yang ditawarkan oleh UMKM tersebut
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  10:00 WIB
Foto: dok. Grab Ventures Velocity
Foto: dok. Grab Ventures Velocity

Bisnis.com, JAKARTA- Start up di Indonesia perlu mendapatkan kesempatan melakukan piloting untuk mengukur penerimaan pasar terhadap produk yang ditawarkan.

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia mengatakan bahwa start up di Indonesia tumbuh pesat seiring perkembangan teknologi informasi. Meski demikian, menurutnya, start up di Indonesia perlu dijembatani untuk melakukan proyek uji coba guna mengukur penerimaan pasar terhadap produk yang ditawarkan oleh UMKM tersebut.

“Perlu melakukan piloting sebagaimana yang Grab lakukan karena Grab memiliki ekosistem yang lengkap dan basis konsumen yang luas. Piloting ini bertujuan untuk mengecek layanan dari start up berhasil atau tidak,” ujarnya dalam temu media tentang “Grab Ventures Velocity” atau GVV, Senin (31/5/2021).

Neneng melanjutkan, meski Grab telah memberi kesempatan kepada start up untuk melakukan uji coba dalam ekosistem decacorn tersebut, setiap start up hendaknya senantiasa untuk berpikir secara jangka panjang dengan memiliki rencana yang jelas serta tujuan yang hendak dicapai.

“Jangan lupa selalu dekat dan berdiskusi dengan konsumen serta menampilkan suatu layanan atau produk yang membedakan dengan start up yang lain,” tambahnya.

GVV Terbukti Kembangkan Start Up Lokal

Kevin Osmond CEO Printerous, jebolan GVV angkatan ke-3 mengatakan bahwa Indonesia memiliki pasar yang besar sehingga harus dimanfaatkan oleh start up dalam negeri yang saat ini sangat terbantu dengan ekosistem usaha yang jauh lebih maju dibandingkan 5-10 tahun silam. Saat ini, tuturnya, sudah ada berbagai pilihan untuk mengembangkan sebuah start up mulai dari moda ventura, inkubator serta akselerator.

Foto: Kevin Osmond, CEO dan Co-founder Printereous yang kembangkan layanan dan solusi bagi UMKM Indonesia, berbekal ilmu dari GVV

Printerous, tuturnya sudah melakukan piloting dalam ekosistem Grab di mana pihaknya menghubungkan pelaku usaha jasa cetakan dengan UMKM lain. Selama pandemi, misalnya, pihaknya berhasil menghubungkan UMKM penjahit dengan jasa cetakan sehingga memproduksi lebih dari 1 juta masker.

Sementara itu, Tommy Martin dari Qoala, alumni GVV angkatan ke-2 mengungkapkan bahwa pihaknya terhubung dengan ekosistem Grab dan mengajak serta mitra GrabKios untuk memperdagangkan layanan asuransi yang disediakan oleh Qoala. Kolaborasi ini, tuturnya, mendorong peningkatan pendapatan para mitra GrabKios.

Neneng memastikan ke depan pihaknya pasti akan terus menggandeng UMKM agar dapat terus terdigitalisasi sehingga bisa memperluas pasar sehingga perekonomian Indonesia semakin terdorong untuk bergerak ke titik positif.

“GVV angkatan ke-4 yang akan dibuka dalam waktu dekat ini, kita juga fokus menggandeng UMKM sehingga terus bertumbuh dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ucapnya.

GVV yang dimulai sejak 2018 telah melahirkan 3 Angkatan sejak tahun 2018 dan meluluskan 20 startups.  Beberapa dari mereka kini sudah terintegrasi dalam aplikasi Grab seperti Sejasa.com dan Sayurbox, serta dapat ditemukan juga di Solusi Mitra GrabMerchant di mana mitra merchant GrabFood dan GrabMart dapat menjangkau mereka apabila membutuhkan solusi bagi kebutuhan bisnisnya.

Ekosistem terbuka Grab akan membantu para startup untuk menjangkau lebih banyak bisnis dan UMKM, serta kesempatan untuk berkembang bersama. Yang membuat GVV unik adalah program yang disediakan bagi startups seperti peningkatan kapabilitas melalui pelatihan dan pendampingan secara 1:1 dengan C-Level executives dan ahli di bidangnya yang bertujuan memberi perspektif baru terhadap target pasar start up.

Selain itu, start up juga akan diberikan kesempatan untuk melakukan program uji coba selama 6-8 minggu di platform Grab, di mana mereka dapat memperoleh akses lebih luas terhadap wirausahawan mikro yang telah bergabung di platform Grab. Menawarkan dan memperkenalkan layanan mereka untuk wirausahawan mikro.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

start up grab indonesia
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top