Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapore Airlines Group Kandangkan 45 Pesawat Tua

Singapore Airlines Group memutuskan untuk mengandangkan 45 unit pesawat tua untuk mencapai nol emisi karbon pada 2050.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  18:15 WIB
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018). - Reuters/Edgar Su
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018). - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA - Singapore Airlines (SIA) Group selama setahun terakhir tercatat telah menghentikan operasi sebanyak 45 pesawat yang berusia tua untuk diganti dengan pesawat-pesawat jenis baru sejalan dengan target mencapai nol emisi karbon pada 2050.

Chief Executive Officer Singapore Airlines Goh Choon Phong mengatakan tetap fokus pada tujuan keberlanjutan bahkan pada saat melewati pandemi Covid-19. Menurutnya persoalan ini semakin penting bagi pelanggan dan staf.

Grup maskapai yang terdiri atas Singapore Airlines, Scoot dan SIA Cargo tersebut akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan ini. Antara lain dengan berinvestasi pada pesawat generasi baru, mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi, mengadopsi teknologi rendah karbon seperti bahan bakar penerbangan berkelanjutan, dan mencari penyeimbangan karbon berkualitas tinggi.

“Selama setahun terakhir, kami telah menghentikan 45 pesawat yang sudah tua. Kami akan secara bertahap menggantinya dengan pesawat generasi baru yang lebih hemat bahan bakar hingga 30 persen, dan secara substansial akan menurunkan emisi kami pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, saat ini cara yang paling efektif dan langsung bagi maskapai penerbangan untuk menurunkan emisi karbon secara material adalah dengan mengoperasikan pesawat yang umurnya masih muda. Usia rata-rata pesawat SIA Group di bawah enam tahun, menjadikannya salah satu yang termuda di dunia.

Namun tentunya untuk mencapai tujuan emisi tersebut, perusahaan akan terus bekerja sama dengan pemerintah, industri penerbangan, dan mitra seperti produsen pesawat, penyedia teknologi, dan pemasok bahan bakar, baik di Singapura maupun di seluruh dunia.

Sebagai informasi, pesawat SIA Group rata-rata berusia 5 tahun 10 bulan, dan perusahaan terus berinvestasi pada teknologi terkini. Berdasarkan catatan pesanan Grup terdiri dari model-model generasi baru seperti Airbus 'A350-900 dan A320neo Family dan Boeing's 777-9, 787 Family dan 737- 8 Max. Pesawat ini lebih hemat bahan bakar hingga 30 persen dan telah mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan model lama.

Perusahaan juga tanpa henti fokus pada peningkatan efisiensi bahan bakar melalui penyempurnaan prosedur operasional. Misalnya, Grup SIA telah berinvestasi dalam paket pengembangan teknik untuk badan pesawat dan mesin yang membantu mengurangi hambatan dan meningkatkan efisiensi mesin.

Maskapai pada Grup SIA terus berupaya meningkatkan produktivitas bahan bakar melalui inisiatif seperti mengurangi penggunaan bahan bakar melalui manajemen berat pesawat, dan optimalisasi rute penerbangan. Inovasi dalam teknologi dan analitik data juga akan membuka jalan untuk peningkatan yang lebih signifikan, dan Grup akan terus melibatkan lembaga penelitian untuk mengeksplorasi ide-ide tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapore airlines maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top