Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi 2020 Rp827 Triliun, Eropa dan Inggris Turut Beri Sumbangsih

Selama pandemi, foreign direct investment pun tidak turun terlalu jauh atau tidak lebih dari 10 persen.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  17:00 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia untuk investasi masih terjaga selama pandemi Covid-19.

Pada 2020, Bahlil memaparkan realisasi investasi Rp827 triliun. Selama pandemi, foreign direct investment pun tidak turun terlalu jauh atau tidak lebih dari 10 persen.

Menurut Bahlil, Eropa dan Inggris ikut memberikan sumbangsih bagi nilai investasi di Indonesia. Misalnya Belanda, Bahlil memaparkan Belanda masuk menjadi lima besar negara dengan foreign direct investment tertinggi di 2020. Sementara, Swiss menduduki posisi lima besar bahkan menggeser Jepang di kuartal I/2021.

Lalu, pada 2019 Inggris masuk ke peringkat 20 dengan total realisasi investasi US$182,1 juta, kemudian mencapai US$192,8 juta di 2020.

"Tapi kita punya harapan besar dan optimisme bahwa ke depan Indonesia akan menjadi salah satu negara tujuan investasi. Kenapa? sumber daya alam kita ini luar biasa sekali tidak perlu diragukan. Baik perikanan, pertambangan, kehutanan dan kita juga sedang bangun Green Energy dengan membangun Power Plant bertenaga air. Ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri," ujar Bahlil dalam sambutannya di Indonesia Investment Forum 2021 secara virtual, Kamis (27/5/2021).

Bahlil optimistis investor kini juga akan lebih mudah jika ingin berusaha di Indonesia. Dia menjanjikan Undang-Undang (UU) No.11/2020 tentang Cipta Kerja akan memberikan kemudahan kepastian, kemudahan, efisiensi serta transparansi.

Kemudahan menurut Bahlil disebabkan oleh perizinan dari 18 kementerian/lembaga yang kini terpusat melalui Online Single Submission (OSS) di bawah pengelolaan Kementerian Investasi/BKPM.

"Ini adalah sebuah kerja sama yg baik antara pelaku usaha dengan pemerintah," jelas Bahlil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top