Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Konsumsi Listrik Diproyeksi Melambat

Akibat dampak pandemi Covid-19, permintaan konsumsi listrik nasional diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan selama 3 tahun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  17:59 WIB
Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pemeriksaan rutin panel di Gardu Induk 150 KV Mampang Dua, Jakarta. - Antara
Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pemeriksaan rutin panel di Gardu Induk 150 KV Mampang Dua, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) mengasumsikan pertumbuhan konsumsi listrik dalam 10 tahun ke depan akan terkoreksi di angka 4,87 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Proyeksi ini merupakan skenario moderat dalam draft Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021—2030.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa angka itu turun dari proyeksi pertumbuhan konsumsi listrik pada RUPTL 2019-2028 yang mencapai 6,42 persen.  

Akibat dampak pandemi Covid-19, permintaan konsumsi listrik nasional diproyeksikan  mengalami perlambatan pertumbuhan selama 3 tahun.

"Di asumsi RUPTL 2019-2028, size [permintaan listrik] dari sektor kelistrikan di 2025 sebesar 361 TWh.  Ternyata size 361 TWh baru akan tercapai di 2028," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Dengan adanya perlambatan tersebut, Darmawan mengakui perseroan kesulitan untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.  Namun, PLN tetap berkomitmen untuk mencapai target bauran EBT 23 persen pada 2025.

Dalam draf RUPTL 2021-2030, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT sekitar 16,1 gigawatt (GW) yang terdiri atas PLTA sekitar 9 GW, PLTP 3,5 GW, dan EBT lain 3,7 GW.

Secara keseluruhan penambahan kapasitas pembangkit dalam draf RUPTL tersebut ditargetkan mencapai sekitar 39,9 GW, sehingga kapasitas terpasang pembangkit ditargetkan akan mencapai 99,9 GW di akhir 2030.

Darmawan menambahkan, dalam draf RUPTL 2021-2030 juga telah disepakati bahwa kebutuhan PLTU untuk melayani beban dasar, setelah 2025 akan digantikan dengan pembangkit EBT baseload atau yang bisa beroperasi selama 24 jam. Pembangkit EBT baseload akan disokong dari kombinasi PLTS dengan baterai, PLTA, PLTP, PLTBm, dan lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi PLN listrik Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top