Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanpa Kerja Keras Ekonomi RI Bisa 6,3 Persen di Kuartal II/2021

Jika pemerintah tidak melakukan usaha keras dan dibandingkan dengan realisasi kuartal II/2020, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 mencapai 6,3 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  17:19 WIB
Sesmenko Perekonomian Susiwijono memberi keterangan kepada wartawan terkait gempa bumi di Situbondo di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Sesmenko Perekonomian Susiwijono memberi keterangan kepada wartawan terkait gempa bumi di Situbondo di area penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali positif setelah terus berada di zona negatif dalam 4 kuartal terakhir. Produk domestik bruto di kuartal II/2021 diprediksi bisa melewati 7 persen.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa zona terdalam ekonomi berada di kuartal II/2020 yaitu minus 5,32 persen.

Apabila dilihat berdasarkan harga konstan, kuartal I/2021 sebesar Rp2.683 triliun. Sedangkan pada kuartal II/2020 Rp2.589 triliun.

“Di kuartal I/2021 saja sudah mencapai Rp2.683 triliun, siklusnya di kuartal II/2021 dan kuartal III/2021 akan lebih tinggi lagi,” katanya saat bincang-bincang dengan wartawan melalui virtual, Senin (17/5/2021).

Mengacu pada realisasi tersebut, Susi menjelaskan bahwa tidak mungkin pada kuartal II/2021 harga konstan di bawah Rp2.683 triliun atau capaian pada kuartal I/2021.

Oleh karena itu, jika pemerintah tidak melakukan usaha keras dan dibandingkan dengan realisasi kuartal II/2020, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 mencapai 6,3 persen.

Itulah yang mendasari pemerintah optimistis ekonomi akan berada di jalur positif pada tiga bulanan selanjutnya.

“Plus effort yang sekarang kami lakukan sudah banyak sekali yakni insentif fiskal, mendorong spending, dan semuanya, maka insyallah kami yakin lebih tinggi dari normal 2019. Artinya kita hitung ada kemungkinan di kisaran 7 persen atau lebih,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdb ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top