Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Airbnb Ketiban Berkah Vaksin Covid-19

Mulai terdistribusinya vaksin Covid-19 dan dilonggarkannya aktivitas masyarakat memberikan keuntungan bagi Airbnb.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  16:58 WIB
Airbnb - Reuters
Airbnb - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi pemesanan akomodasi Airbnb mengumumkan pendapatannya meningkat setelah terdistribusinya vaksin Covid-19 di berbagai belahan dunia, sehingga pembatasan sosial mulai diilonggarkan.

Pada kuartal I/2021, AIrbnb mencatat orang-orang mulai bergerak keluar dari rumah utuk berlibur. Hal itu mendorong pemesanan tempat berlibur meningkat mencapai 52 persen dengan total nilai US$10,29 miliar.

Capaian pada tiga bulan pertama pada 2021 itu mengalahkan prediksi dari para analis yang mengira Airbnb hanya mendapatkan US$6,93 miliar.

“Perjalanan musim panas meningkat hingga 60 persen pada Februrari dan Maret 2021,” kata Airbnb seperti dilansir dari Antara yang mengutipi Reuters, Jumat (14/5/2021).

Airbnb mencatat, perjalanan ikebanyakan dilakukan oleh warga negara yang menginjak usia 60 tahun ke atas di Amerika Serikat, karena mereka termasuk dalam kalangan yang telah menerima vaksin.

Perusahaan yang berada di San Fransisco itu pun mengharapkan di kuartal kedua setidaknya mereka bisa mencapai pendapatan yang sama seperti pada 2019.

CEO Airbnb Brian Chesky menyebutkan Airbnb juga mendapatkan keuntungan dari permintaan tinggal lebih lama hasil dari perjalanan yang telah dijadwalkan ulang oleh pelancong yang melakukan perjalanan grup.

Airbnb rupanya berhasil mengatasi pandemi karena telah menyiapkan penawaran lokasi menginap yang lebih besar di kota- kota besar mengingat adanya pembatasan jarak.

Lonjakan pemesanan juga terjadi di Inggris setelah pemerintah memberikan sinyal akan melakukan pelonggaran pembatasan, termasuk juga di Prancis yang perlahan sudah membuka pelonggaran kegiatan di tengah masa pandemi Covid-19.

Meski demikian, Airbnb belum mau menyebutkan 2021 menjadi titik balik dalam pemulihan kinerja perusahaan mereka karena pandemi tetap masih ada saat ini.

Tercatat Airbnb mendapatkan peningkatan pendapatan 5,4 persen pada kuartal pertama ini. Risiko kerugian pun menurun menjadi US$59 juta dari sebelumnya mencapai US$334 juta pada 2020. Kerugian dihitung dari pemotongan biaya akibat pembatalan perjalanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel Airbnb Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top