Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Ungkap Inflasi Minggu Pertama Mei Dipicu Tarif Angkutan Antar Kota

Menurut BI, penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas angkutan antar kota sebesar 0,11 persen mtm.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  18:26 WIB
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan perkembangan harga pada minggu pertama Mei 2021 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan, secara tahun berjalan inflasi diperkirakan sebesar 0,73 persen (year-to-date/ytd). Sementara secara tahunan diperkirakan mencapai 1,51 persen (year-on-year/yoy).

“Penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas angkutan antar kota sebesar 0,11 persen mtm,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, dia menyampaikan penyumbang inflasi lainnya di antaranya daging ayam ras sebesar 0,03 persen mtm, jeruk dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen mtm, serta minyak goreng, emas perhiasan dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen mtm.

Sementara, beberapa komoditas yang mengalami deflasi adalah cabai merah sebesar -0,06 persen mtm, cabai rawit sebesar -0,05 persen mtm, bawang merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01 persen mtm.

Erwin menyampaikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

BI juga akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top