Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Tol Cibitung-Cilincing Rp1.987 Per Kilometer, Ini Kata BUJT?

Tingkat internal rate of return (IRR) ruas tol Cibitung—Cilincing mencapai 15,9 persen sehingga dia optimistis angka IRR ruas tersebut akan stabil selama masa konsesi yang mencapai 50 tahun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  19:33 WIB
Proyek jalan tol Cibitung-Cilincing. - Antara
Proyek jalan tol Cibitung-Cilincing. - Antara

Bisnis.com, BEKASI — PT Cibitung Tanjung Priok Port (CTPP) mengeklaim jalan tol Cibitung—Cilincing memiliki tingkat pengembalian investasi yang baik. Selain itu, badan usaha jalan tol tersebut (BUJT) menilai perawatan ruas tersebut akan efisien lantaran sebagian besar jalan bebas hambatan tersebut merupakan jalan tol layang.

Direktur Utama CTPP Thorry Hendarto mengatakan tingkat internal rate of return (IRR) ruas tol Cibitung—Cilincing mencapai 15,9 persen sehingga dia optimistis angka IRR ruas tersebut akan stabil selama masa konsesi yang mencapai 50 tahun.

"Kami disetujui Badan Pengatur Jalan Tol [untuk mengenakan tarif pada ruas Cibitung—Cilincing] senilai Rp1.987 per kilometer. Kami mintanya lebih tinggi, tapi [tarifnya] ditekan terus," katanya di simpang susun (SS) Cibitung, Selasa (4/5/2021)

Thorry meramalkan angka lalu lintas harian rata-rata (LHR) ruas tersebut akan mencapai sekitar 29.000 kendaraan per tahun. Walakin, Thorry menilai LHR ruas Cibitung—Cilincing pada 12 bulan pertama hanya akan mencapai sekitar 60 persen.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendata ruas Cibitung—Cilincing menelan investasi senilai Rp4,22 triliun dengan biaya konstruksi mencapai Rp2,5 triliun. Adapun, pembebasan tanah proyek tersebut menelan anggaran hingga Rp280 mliar.

Di sisi lain, Thorry mencatat sekitar 75 persen jalan tol Cibitung—Cilincing berada di atas permukaan tanah alias melayang.

Dia berujar pemilihan desain tersebut merupakan hasil diskusi antara pemangku kebijakan. Selain itu, lanjutnya, desain jalan tol layang dipilih karena karakter tanah proyek tersebut yang mudah tenggelam. Alhasil, pemasangan pancang dinilai akan menjaga umur jalan tol lebih lama daripada membangun langsung di atas tanah.

"Ini sudah diuji dari Komisi Keselamatan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Struktur ini lebih aman dan lebih murah," katanya.

Adapun, ruas yang akan beroperasi dalam waktu dekat adalah seksi 1 SS Cibitung—Telaga Asih. Pengerjaan yangk dilakukan pada ruas tersebut adalah pemasangan rambu—rambu dan marka jalan.

Ruas sepanjang 2,6 kilometer tersebut telah melalui proses uji laik fungsi pada medio April 2021. Adapun, Seksi 2 Telaga Asih—Muara Bakti sepanjang 10,3 kilometer dijadwalkan rampung pada Mei 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tol cibitung-cilincing
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top