Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelombang Mudik Sebelum Tanggal Keramat 6-17 Mei, Ini Alasan Mereka

Sebelum berlakunya larangan mudik dari pemerintah pusat, pihak pengelola terminal tidak bisa melarang pemudik yang sudah mulai bergerak ke kampung halamannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  11:08 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DEPOK - Pemudik yang akan berlebaran di kampung halamannya mulai bergerak sebelum tanggal larangan mudik berlaku.

Larangan mudik membuat tanggal 6 sampai tanggal 17 bagaikan tanggal keramat, dan masuk dalam zona larangan lelungan atau larangan bepergian.

Namun, sepekan sebelum tanggal-tanggal terlarang mudik berlaku, suasana terminal mulai diramaikan para pemudik. Tengok saja seperti yang terjadi di Terminal tipe A Jatijajar, Kota Depok, seperti dilaporkan Tempo.co, Kamis (29/4/2021).

Mereka yang rata-rata hendak pulang ke wilayah Jawa mengaku berangkat lebih dulu sebelum larangan diberlakukan. 

Hal itu diakui, Dika, 25, warga Cimanggis, Depok. Sebelum keluar larangan mudik, ia dan anak istrinya telah membeli tiket untuk pulang ke wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Kamis.

“Tahu sih ada larangan mudik, makanya saya pulang lebih dahulu,” kata Dika saat ditemui Tempo hendak menaiki bus Murni Jaya di Terminal Jatijajar, Kamis (29/4/2021). 

Dika mengatakan, selain untuk merayakan hari raya di kampung halaman, tujuannya pulang kampung juga karena dirinya belum mendapatkan pekerjaan setelah di PHK akibat dampak pandemi Covid-19.

“Iya daripada saya nganggur terlalu lama, mending saya pulang kampung,” kata Dika. 

Selain Dika, penumpang lainnya, Agung, 28, mengutarakan hal yang sama. Agung bersama teman sekampung halamanya sudah hendak pulang kampung sebelum adanya larangan mudik.

“Iya daripada nanti enggak bisa pulang, mending pulang dari sekarang,” kata Agung.

Terpisah, Kasubag TU Terminal Jatitjajar Budi MS mengatakan sebelum berlakunya larangan mudik dari pemerintah pusat, pihaknya tidak bisa melarang pemudik yang sudah mulai bergerak ke kampung halamannya.

“Kami belum ada edaran dari pimpinan kami, kalau memang ada edaran [larangan mudik] mungkin bisa kita sosialisasikan,” kata Budi.

Menurut Budi, sebelum adanya larangan mudik, pihaknya hanya bisa memperketat protokol kesehatan guna keselamatan para penumpang.

“Ya paling kita memperketat prokes, mewajibkan menggunakan masker, terus kita sosialisasikan juga ke operator bus agar menjaga keselamatan para penumpang,” kata Budi.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) secara resmi telah mengeluarkan surat edaran penghentian sementara layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021.

Penghentian layanan buntut larangan mudik itu diberlakukan pada 8 terminal penumpang tipe A di wilayah Jabodetabek salah satunya di Terminal Jatijajar Kota Depok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Larangan Mudik Lebaran

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top