Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Bendungan Bintang Bano di NTB Rampung Akhir 2021

Pembangunan Bendungan Bintang Bano menelan anggaran senilai Rp1,43 triliun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 28 April 2021  |  16:55 WIB
Ilustrasi: Foto udara kawasan Bendungan Pengga di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (24/1/2021). ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi\r\n
Ilustrasi: Foto udara kawasan Bendungan Pengga di Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (24/1/2021). ANTARA FOTO - Ahmad Subaidi\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Peurmahan Rakyat menyatakan bahwa konstruksi Bendungan Bintang Bano akan rampung pada akhir 2021. Bendungan tersebut merupakan salah satu dari 61 proyek strategis nasional (PSN).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. Basuki berujar akan membangun jaringan irigasi di sekitar wilayah Bendungan Bintang Bano agar dapat memberikan manfaat langsung.

“Dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2—3 kali tanam,” katanya melalui keterangan resmi, Rabu (28/4/2021).

Bendungan Bintang Bano sebagai bendungan multifungsi di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain pemanfaatan air baku, Bendungan Bintang Bano dicanangkan sebagai salah satu lokasi pariwisata di NTB.

Bendungan Bintang Bano akan mendapatkan air baku dengan membendung aliran Sungai Brang Rea. Adapun, kapasitas tampung Bendungan Bintang Bano direncanakan mencapai 65,84 juta m3 dan luas genangan 277,52 ha.

Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 72 m, panjang bendungan 497,25 m, lebar puncak 12 m, elevasi puncak bendungan +120 m. Nantinya bendungan ini akan menghasilkan air baku sebesar 555 liter/detik.

Selain itu, Bendungan Bintang Bano direncanakan mampu mengairi lahan seluas 6.695 ha untuk mendukung pertanian di Sumbawa Barat. Di samping itu, kehadiran bendungan ini memberi manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 8,8 megawatt.

Selain untuk irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini sangat diperlukan untuk pengendali banjir ulangan periode 25 tahun di Taliwang dengan mereduksi 22% atau setara 647 m3/detik.

Kementerian PUPR mencatat Bendungan intang Bano dibangun dalam dua tahap selama 2015—2019 dan 2020—2021. Sejauh ini, konstruksi fisik pembangunan Bendungan Bintang Bano mencapai 85,96 persen dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021.

Pembangunan Bendungan Bintang Bano menelan anggaran senilai Rp1,43 triliun. Pembangunan Bendungan Bintang Bano Tahap II dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya, PT Hutama Karya, dan PT Bahagia Bangun Nusa (KSO).

Di samping Bendungan Bintang Bano, terdapat lima bendungan PSN lain di Provinsi NTB yakni Bendungan Tanju dan Mila yang sudah selesai pembangunannya, kemudian Meninting, Beringin Sila dan Tiu Suntuk yang masih dalam tahap pengerjaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya air bendungan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top