Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dipangkas, Indef Anggap BI Rasional

Ekonom Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan BI mulai lebih rasional dengan melihat data yang menunjukkan baik sentimen positif maupun negatif.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 20 April 2021  |  17:27 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,1 persen hingga 5,1 persen pada 2021. Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memperkirakan ekonomi akan tumbuh sebesar 4,3 hingga 5,3 persen.

Ekonom Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan BI mulai lebih rasional dengan melihat data yang menunjukkan baik sentimen positif maupun negatif.

Di sisi sentimen positif, Bhima melihat hal tersebut berasal dari pemulihan kinerja ekspor yang juga didorong oleh pemulihan di negara tujuan eskpor tradisional seperti China, Amerika Serikat, dan India. Menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan booming harga komoditas.

“Itu bisa memicu perusahaan yang berorientasi pada eskpor menikmati commodity supercycle. Jadi itu yang bisa menggerakkan perekonomian kita,” jelas Bhima kepada Bisnis, Selasa (20/4/2021).

Meski begitu, dia mengingatkan sektor ekspor hanya menyumbang 17 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Sedangkan, sektor konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 58 persen, masih tumbuh dengan lambat.

“Terkait dengan konsumsi rumah tangga di dalam negeri ini yang menjadi PR. Masih menjadi tantangan karena konsumsi cenderung mengalami perlambatan,” ujaranya.

Apalagi, menurut Bhima, biasanya momentum mudik lebaran berkontribusi cukup tinggi terhadap total pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya. Hal tersebut akan berbeda di kuartal II/2021, karena pemerintah resmi melarang mudik selama 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Dengan pemerintah melarang mudik, Bhima menyebut aliran uang juga akan berputar hanya di area Jabodetabek. Hal yang sama tidak akan terjadi secara signifikan di daerah-daerah lain.

“Ini yang membuat BI melihat kendala utama di konsumsi rumah tangga,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi konsumsi rumah tangga
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top