Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komitmen Gunakan Energi Terbarukan, Coca-Cola Bergabung dengan RE100

RE100 merupakan inisiatif yang dipimpin Climate Group lewat kerja sama dengan CDP dan menyatukan lebih dari 290 perusahaan terkemuka di seluruh dunia yang berkomitmen untuk menggunakan 100 persen listrik energi terbarukan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 15 April 2021  |  13:15 WIB
Peresmian panel surya Coca Cola Amatil.  - Bisnis. Andi
Peresmian panel surya Coca Cola Amatil. - Bisnis. Andi

Bisnis.com, JAKARTA — Coca-Cola Amatil mengumumkan keikutsertaannya dalam inisiatif energi terbarukan global RE100 dan berkomitmen untuk menggunakan 100 persen listrik dari sumber energi terbarukan pada 2030 di seluruh wilayah operasinya yang mencakup enam negara. Komitmen ini akan lebih dulu diawali di Australia dan Selandia Baru pada 2025.

RE100 merupakan inisiatif yang dipimpin Climate Group lewat kerja sama dengan CDP dan menyatukan lebih dari 290 perusahaan terkemuka di seluruh dunia yang berkomitmen untuk menggunakan 100 persen listrik energi terbarukan.

Managing Director Coca-Cola Amatil Group Alison Watkins mengatakan bahwa bergabung dengan RE100 adalah langkah penting dalam strategi Amatil untuk mengurangi jejak karbonnya dan mengikuti Ambisi Keberlanjutan 2020—2040 perusahaan yang baru-baru ini diluncurkan, yang mencakup komitmen untuk mencapai netral karbon pada 2040.

"Amatil bangga bergabung dengan RE100 dan memainkan peran kami dalam mewujudkan masa depan rendah karbon dengan berkontribusi pada upaya untuk mempercepat transisi global ke listrik terbarukan,” kata Watkins, dikutip dari laman resmi Coca-Cola Amatil, Kamis (15/4/2021).

“Beralih ke 100 persen listrik terbarukan di seluruh operasi kami pada 2030 sangat penting untuk memastikan kami memenuhi target 2040 kami untuk net zero direct carbon emissions dan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan, karyawan, mitra kami, pemasok dan pemegang saham mengandalkan kami untuk melanjutkan kepemimpinan yang berkelanjutan," katanya.

Chief Procurement and Sustainability Officer Coca-Cola Amatil Sarah Cook menuturkan bahwa bergabung dengan RE100 merupakan langkah penting karena itu berarti sekarang Amatil memiliki target pasti untuk penggunaan 100 persen listrik terbarukan di semua pasar operasinya, termasuk Australia, Selandia Baru, Indonesia, Papua Nuigini, Fiji, dan Samoa.

“Kami sangat senang dengan makna langkah ini bagi operasi kami di Indonesia, di mana kami telah memulai program listrik energi terbarukan dengan dibukanya tahap 1 sistem tenaga surya atap di Cikarang Barat, Jawa, yang akan menjadi terbesar di Indonesia," tuturnya.  

Menutupi area seluas 72.000 meter persegi, proyek PLTS atap di Cikarang Barat akan menghasilkan tenaga surya sebesar 7,13 megawatt peak (MWp) selama kapasitas puncak pada siang hari atau sebesar 9,6 juta kilowatt hour (kWh) per tahun.

Coca-Cola Amatil berencana untuk memperluas program tenaga surya ke beberapa fasilitas manufaktur di seluruh Indonesia, di Medan, Semarang dan Surabaya, dengan kapasitas produksi energi yang diharapkan sebesar 6.052 MWh pada tahun pertama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan coca cola
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top