Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal II/2021, Ekonom Bank Permata Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 akan sangat dipengaruhi oleh faktor basis yang rendah pada kuartal II/2020.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 April 2021  |  15:31 WIB
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 diperkirakan bisa mencapai 6 persen, didukung oleh sejumlah faktor stimulus untuk menggerakkan konsumsi rumah tangga.

Meski begitu, tekanan dari kontraksi ekonomi tahun sebelumnya dapat memberikan jalan terjal bagi perekonomian Indonesia di trimester ini.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 dipengaruhi oleh faktor basis yang rendah dari kuartal II/2020 sebesar -5,32 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 akan sangat dipengaruhi oleh faktor basis yang rendah pada kuartal II/2020 di mana pertumbuhan ekonomi tercatat -5,32 persen di tengah pemberlakuan PSBB sedemikian sehingga aktivitas ekonomi domestik cukup tertekan,” terang Josua kepada Bisnis, Senin (12/4/2021).

Hal itu, lanjut Josua, juga dipicu limpahan bantuan dan stimulus kepada masyarakat yang terus bergulir agar konsumsi rumah tangga tumbuh positif.

Adapun, contohnya yaitu, penyaluran program perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah, relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor, dan PPN perumahan.

Lalu, serta relaksasi seperti pelonggaran down payment (DP) Kredit Kendaraan Bermotor atau loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) untuk kredit properti.

Selain itu, kombinasi kebijakan tersebut juga akan didukung oleh faktor Ramadhan dan Idulfitri yang akan mendorong konsumsi. Terlebih, pemerintah sudah mendorong pemberi kerja untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya serta alokasi anggaran untuk subsidi ongkos kirim pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) jelang Idulfitri.

Meski begitu, di tengah implementasi stimulus ekonomi dari sisi pemerintah, BI, dan OJK, Josua mengingatkan terdapat beberapa kebijakan seperti pelarangan mudik yang berpotensi membatasi pemulihan konsumsi masyarakat yang cukup signifikan.

“Di mana selanjutnya juga akan mempengaruhi beberapa sektor ekonomi seperti hotel dan restoran serta transportasi yang tertahan pemulihannya karena berkaitan erat dengan pelarangan mudik tahun 2021 ini,” ujar Josua.

Selain itu, program vaksinasi saat ini yang masuk dalam tahap kedua gelombang pertama, menurut Josua, belum berdampak signifikan terhadap terbentuknya herd immunity karena vaksinasi terhadap masyarakat luas baru akan dilakukan pada gelombang kedua tahap ketiga dari program vaksinasi.

“Dengan percepatan program vaksinasi serta didukung dengan optimalisasi stimulus kebijakan ekonomi, diperkirakan akselerasi pemulihan ekonomi semester II/2021 akan lebih signfikan,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi pdb konsumsi rumah tangga
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top