Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2021: Pasar Saham Meningkat, SBN Sebaliknya

Sejumlah leading indicators terus menunjukkan tren kinerja yang positif, salah satunya adalah PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansif
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 April 2021  |  22:35 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Keuangan Fiskal Kementerian Keuangan mencatat perkembangan ekonomi dan keuangan global turut mempengaruhi dinamika aliran modal asing sepanjang kuartal I/2021. Di Indonesia, pasar saham meningkat tapi surat berharga negara (SBN) sebaliknya.

“Dari pasar saham, investor asing memandang tren pemulihan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2020 akan terus berlanjut dan menguat di tahun 2021,” tulis BKF dalam laporan Tinjauan Ekonomi, Keuangan, dan Fiskal; Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi Edisi I 2021.

Dalam terbitan tersebut, sejumlah leading indicators terus menunjukkan tren kinerja yang positif, salah satunya adalah PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansif. Bahkan, pada Januari 2021 tercatat purchasing managers index (PMI) manufaktur Indonesia berada pada level 52.2, atau level tertinggi selama 6,5 tahun terakhir.

“Dengan kondisi perekonomian yang menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup baik seperti ini, investor memandang bahwa kinerja korporasi di pasar saham juga akan terus meningkat. Namun demikian, kondisi di pasar SBN sedikit berbeda, di mana kepemilikan non residen terhadap SBN masih terus menurun,” lanjut laporan tersebut.

Faktor utama yang mempengaruhinya adalah kenaikan imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang secara bertahap hingga menyentuh level 1,75 persen, atau yang tertinggi dalam 1 tahun terakhir. Dengan kenaikan yield obligasi Pemerintah AS, spread dengan SBN menjadi menipis. Hal tersebut mempengaruhi appetite investor di pasar obligasi.

Di sisi lain apabila dilihat secara bulanan, pada Januari 2021 terjadi aliran dana asing masuk cukup besar. Namun demikian, aliran modal asing kembali keluar seiring dengan kenaikan imbal balik surat utang AS atau yield US treasury bond.

Aliran modal asing yang masuk di bulan Januari juga merupakan yang terbesar sejak Oktober 2019, yaitu sebesar Rp24,36 triliun di pasar saham dan pasar SBN. Tingginya aliran modal asing di bulan lanuari 2021 terkait dengan program vaksinasi Covid-19 yang berhasil meningkatkan optimisme investor.

“Meskipun secara keseluruhan terjadi net capital out flow di pasar modal, investor asing secara konsisten masih melakukan aksi beli di pasar saham sejak bulan Januari 2021, dengan capital inflow mencapai Rp13,3 triliun year to date. Aliran modal asing masuk tersebut turut mendorong penguatan IHSG sepanjang tahun 2021,” papar laporan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Obligasi sbn
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top