Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPC Bangun Akses Baru, Urai Macet Tanjung Priok

IPC bakal membangun akses baru yang terkoneksi langsung dengan jalan tol untuk mengurai kemacetan di Tanjung Priok.
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020)./ ANTARA - M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020)./ ANTARA - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC bakal membangun jalan akses baru ke Kalibaru dari wilayah timur yang terkoneksi langsung dengan jalan tol guna memperlancar arus pengiriman menuju Tanjung Priok.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan proyek New Eastern Access Toll atau NPA ini tengah digodok. Jalur baru ini, melengkapi akses ke Kalibaru yang sudah ada saat ini dari sisi selatan. NPA ini akan dibangun oleh IPC dan ditargetkan rampung pada 2023.

“Yang jelas New Priok Container Terminal 1 [NPCT-1] akan ada jalur NPA yang disetujui oleh Menteri Perhubungan [Menhub] juga. Ini akses Kalibaru langsung ke jalan tol Cibitung-Cilincing dna terkoneksi dengan jaringan tol yang ada di Jakarta. Akan ada aksesnya dua yaitu dari Selatan dan dari Timur. Jadi akan jauh lebih bagus,” ujarnya, Senin (5/4/2021).

Terkait dengan kemacetan yang dialami pengusaha truk ketika menuju Tanjung Priok, Arif menyebutkan hal tersebut tak terjadi pada saat kondisi normal. Dia menjelaskan kemacetan yang pertama memang terjadi pada Oktober 2020 dan sempat viral melalui Tik Tok. Menurutnya penyebab utamanya adalah tertundanya kapal-kapal akibat angin Taifun di China.

Alhasil secara otomatis kapal – kapal tersebut tertunda ke Singapura dan ke Indonesia.

“Pada saat datang bersamaan pasti ada stagnan di situ karena prinsipnya kapal sudah terjadwal. Pada saat bersamaan otomatis akan ada kepadatan. Yang kedua ini terjadi karena dampak tertundanya jadwal di Singapura. Tapi ini bukan kondisi normal yang terjadi setiap hari,” imbuhnya.

Dia juga memaparkan penyebab kemacetan yang kedua pada 25--26 Maret 2021, akibat Singapura mengalami kepadatan dan menyebabkan tertundanya jadwal pengiriman hingga pada akhirnya mengganggu pola operasi pelabuhan.

Selain pembangunan jalur baru secara jangka panjang, Pelindo II juga telah memitigasi jadwal yang tertunda dengan mengalihkan ke sejumlah terminal. Pihaknya juga mengosongkan sebanyak mungkin kontainer di pelabuhan untuk segera dipindahkan keluar. Sementara langkah terakhir adalah menyiapkan dan mengoptimalkan buffer.

Bahkan IPC juga memberikan tenggat waktu yang lebih lama kepada pemilik petikemas agar pada saat pengambilannya tidak terjadi secara bersamaan.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendesak IPC dan sejumlah Pengelola Depo Kontainer Kosong di Kawasan Marunda Cilincing Jakarta Utara melakukan sejumlah perbaikan menyusul kemacetan yang dialami di Tanjung Priok.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper