Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas Didikte Asing, Sri Mulyani Ingatkan Pentingnya Pengembangan SDM di Era Digital

Sri Mulyani menjelaskan bahwa persiapan SDM melalui pendidikan dan vokasi menjadi penting. Oleh karena itu, pemerintah telah mendukung melalui program Kartu Prakerja.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 April 2021  |  12:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa selain pembangunan infrastruktur dalam mempercepat transformasi digital, instansinya juga mendukung belanja untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Karena era digital kalau manusianya tidak siap, akhirnya kita akan didikte oleh sekelompok kecil atau bahkan pihak lain di luar Indonesia,” katanya melalui diskusi virtual, Senin (5/4/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa persiapan SDM melalui pendidikan dan vokasi menjadi penting. Oleh karena itu, pemerintah telah mendukung melalui program Kartu Prakerja.

“Idenya supaya masyarakat kita mampu terus berlatih, untuk upskilling [meningkatkan keahlian], dan upgrading [meningkatkan kebaruan] sehingga mereka bisa terus sesuai dan mengikuti perubahan jaman,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sekolah vokasi yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Tenaga Kerja juga melakukan hal yang sama. Itu semua butuh dukungan fiskal yang luar biasa besar.

Sementara itu, pada masa periode kedua Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur untuk mencapai transformasi digital setiap tahunnya dianggarkan berkisar Rp16 triliun sampai Rp17 triliun.

Tujuannya agar 9.113 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bisa terkoneksi internet. Dengan begitu, tidak ada kesenjangan digital.

“Itu inti dari transformasi yang berkeadilan. Yaitu transformasi digital apabila belanja di bidang infrastruktur untuk mengoneksi digital bisa dibangun. Itu butuh anggaran yang sangat besar baik dari belanja melalui kementerian dan lembaga maupun TKDD [transfer ke daerah dan dana desa],” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani sdm digitalisasi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top