Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPTJ Beberkan Dampak Penggunaan Angkutan Umum Massal

Penggunaan angkutan umum massal bukan hanya sekedar sudah naik KRL, MRT, LRT atau BRT seperti Transjakarta namun di dalamnya terdapat pula non-motorized transportation (NMT) baik tahapan first mile yaitu dari titik awal berangkat menuju angkutan umum massal ataupun last mile yaitu perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 02 April 2021  |  22:20 WIB
Uji coba bus listrik Skywell oleh TransJakarta.  - Bisnis.com/Dion
Uji coba bus listrik Skywell oleh TransJakarta. - Bisnis.com/Dion

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menilai penggunaan angkutan umum massal memiliki manfaat positif yang besar bagi kepentingan publik secara umum maupun personal.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti mengatakan penggunaan angkutan umum massal sangat terkait dengan permasalahan kesehatan publik dan kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

"Selain itu, penggunaan angkutan umum massal harus dilihat secara utuh prosesnya," katanya dalam siaran pers yang dikutip, Jumat (2/4/2021).

Menurutnya, penggunaan angkutan umum massal bukan hanya sekedar sudah naik KRL, MRT, LRT atau BRT seperti Transjakarta namun di dalamnya terdapat pula non-motorized transportation (NMT) baik tahapan first mile yaitu dari titik awal berangkat menuju angkutan umum massal maupun last mile yaitu perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Dengan demikian, lanjut dia, tujuan dari penggunaan angkutan umum massal yaitu sustainable transport dapat terpenuhi termasuk dampak kesehatan dan lingkungannya.

“Jika ini terwujud akan menjadi kontribusi yang luar biasa untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan," imbuhnya.

Polana menambahkan, pemanfaatan NMT secara langsung mendorong masyarakat untuk aktif secara fisik dan meninggalkan kendaraan bermotor. Aktivitas fisik akan menyehatkan jasmani sehingga dapat terhindar dari penyakit non infeksi yang saat ini di Indonesia jumlah penderitanya terus bertambah akibat masyarakat kurang bergerak.

"Selain itu secara empirik terbukti bahwa tingkat polusi di Jabodetabek yang bersumber dari transportasi cukup parah dan kondisi ini membahayakan kita semua. Untuk itu, salah satu jalan keluarnya adalah semaksimal mungkin menggunakan angkutan umum massal dan NMT serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta transjakarta angkutan umum BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top