Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Daging Kerbau RI Lebih Mahal dari Malaysia, Ini Penyebabnya

Harga daging kerbau asal India di Indonesia yang lebih mahal Rp20.000 per kilogram dibandingkan negara tetangga Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  15:11 WIB
Daging kerbau beku yang dijual Bulog. - Antara
Daging kerbau beku yang dijual Bulog. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia Ishana Mahisa membeberkan sejumlah masalah bisnis daging kerbau di Tanah Air.

Salah satunya, harga daging kerbau asal India di Indonesia yang lebih mahal Rp20.000 per kilogram dibandingkan negara tetangga Malaysia.

Menurut dia, kondisi ini terjadi karena ada perbedaan kebijakan antara pemerintah di kedua negara. "Pemerintah Malaysia sangat concern dengan rakyatnya," kata Ishana, dikutip dari tempo.co, Selasa (29/3/2021).

Sebenarnya, isu ini sudah pernah muncul pada 2017. Saat itu, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti yang menyampaikan harga daging kerbau India di Malaysia lebih murah dari Indonesia. Kondisi ini terjadi karena perbedaan biaya pajak dan gudang pendingin.

Sementara tahun ini, Indonesia masih akan tetap mengimpor daging kerbau dari India. Terakhir pada 3 Februari 2021, Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyebut pihaknya sudah dapat penugasan untuk mengimpor 80.000 ton daging kerbau India.

Ishana menambahkan, pada Oktober 2020, kata dia, harga daging kerbau masih di angka Rp52.000 per kg. Tapi pada 29 Maret 2021, harganya sudah menyentuh Rp68.000per kg.

"Ini harus dicari solusi bersama jangan sampai masyarakat terbebani menjelang Lebaran," kata dia.

Ishana kemudian membandingkannya dengan Malaysia. Ia mendapatkan informasi dari Kilang Pemproses Daging di Selangor, Malaysia bahwa harga daging kerbau jenis slice atau trimming dibanderol seharga Rp41.000.

Menurut Ishana, harga di Malaysia bisa lebih rendah dari Indonesia meski daging kerbau di India sudah mengalami inflasi sejak 2016. Salah satu penyebabnya adalah karena Malaysia tidak mengenakan pajak untuk impor daging demi mengejar keterjangkauan harga, protein, dan bahan baku industri.

Sebaliknya, di Indonesia, kata dia, pemerintah belum secara maksimal menerapkan praktek Good Corporate Gorvernance kebijakan pemasukan daging. Inflasi harga daging India keperluan industri dalam kurun waktu 5 bulan sudah naik 27 persen dan tidak ada satupun institusi yang bisa menahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia lebaran DAGING KERBAU

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top