Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Bangun 3 Infrastruktur Pengendali Banjir Semarang

Kondisi fisik tipikal Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang Pantura Jawa di Jawa Tengah memberikan tantangan tersendiri karena rentan terhadap bencana banjir dan rob.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  19:36 WIB
Bendung Gerak
Bendung Gerak

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan sedang membangun infrastruktur penanganan banjir di Jawa Tengah.

Setidaknya ada 3 infrastruktur yang akan dibangun di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa dan Kota Semarang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan membangun beberapa infrastruktur penangan banjir. Infrastruktur yang dimaksud adalah Bendungan Jatibarang hingga ke hilir seperti pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul rob, stasiun pompa, kolam retensi, serta tanggul laut, termasuk Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat (KBB).

"Pengendalian banjir di area low land, seperti di Pantai Utara Jawa juga dihadapkan pada terjadinya kenaikan muka air laut hingga 6 milimeter per tahun dan penurunan permukaan tanah 9 centimeter hingga 10 centimeter per tahun. Kapasitas pengaliran sungai juga cenderung menurun, akibat sedimentasi dan berkurangnya luas penampang sungai akibat okupasi," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (25/3/2021).

Basuki menjelaskan kondisi fisik tipikal Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang Pantura Jawa di Jawa Tengah memberikan tantangan tersendiri. Sebab, ada beberapa kondisi yang membuat Pantura Jawa di Jawa Tengah rentan terhadap bencana banjir dan rob.

Basuki memberikan contoh pada kondisi DAS Tenggang dan DAS Sringin yang memiliki kemiringan permukaan rata-rata kurang dari 3 persen. Hal tersebut berbahaya lantaran elevasi permukaan tanah setempat hanya berkisar 0 hingga 26 meter di atas permukaan laut.

Karena itu, Basuki mengatakan pihaknya saat ini sedang membangun tanggul rob sepanjang 2,17 kilometer. Tanggul tersebut membentang dari Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), melingkari kawasan industri Terboyo hingga Kali Sringin.

Di samping itu, Basuki menyatakan akan mengintegrasikan salah satu ruas jalan tol dengan tanggul laut, yakni Jalan Tol Semarang-Demak. Adapun, ruas tol tersebut memiliki total panjang hingga 27 kilometer.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendata badan usaha pelaksana (BUP) ruas tersebut adalah PT PP Semarang Demak. Konstruksi ruas tersebut dibagi menjadi 2 seksi, yakni Seksi I Semarang-Sayung (10,69 kilometer) dan Seksi II Sayung-Demak (16,31 kilometer).

Hingga Februari 2021, konstruksi baru dilakukan pada Seksi II dengan perkembangan konstruksi mencapai 36,09 persen. Adapun, konstruksi Seksi II dijadwalkan rampung pada Juni 2022.

Jalan Tol Semarang-Demak tercatat menelan investasi sekitar Rp5,44 triliun. Sementara itu, biaya pembebasan tanah untuk jalan bebas hambatan tersebut diperkirakan mencapai Rp6,8 triliun.

Basuki melanjutkan pihaknya akan membangun Bendungan Gerak di bagian hilir penanganan banjir Kota Semarang. Bendungan tersebut akan diletakkan di Kanal Banjir Barat (KBB) Semarang yang berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang.

"Pada saat musim hujan, bendung ini akan berfungsi menahan aliran air sungai yang masuk KBB dan pada saat elevasi 2,5 meter, kemudian akan dialirkan ke laut. Sementara saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,5 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air atau long storage berkapasitas 700.000 meter kubik," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir rob Kementerian PUPR
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top