Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Praktik Pengeboman Ikan Marak di Morowali, KKP Lakukan Ini

Selama 2021, KKP setidaknya telah melakukan proses hukum terhadap 20 orang pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  09:35 WIB
Pemusnahan ikan ilegal dari Malaysia.  - KKP
Pemusnahan ikan ilegal dari Malaysia. - KKP

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar akan akan memprioritaskan masyarakat di wilayah perairan Morowali untuk memperoleh bantuan keramba jaring apung (KJA) maupun alat tangkap yang ramah lingkungan.

Hal ini dianggap merupakan solusi mengatasi terhadap maraknya praktik pengeboman ikan di wilayah tersebut.

“Kami mendorong untuk beralih pada alat tangkap yang ramah lingkungan, jangan melakukan pengeboman lagi," tegas Antam dalam keterangan persnya, Rabu (24/3/2021).

Plt. Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Matheus Eko Rudianto menyampaikan KKP telah memiliki Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Destructive Fishing. Salah satunya melalui kampanye stop destructive fishing atau praktik penangkapan ikan dengan cara merusak.

"Kampanye ini merupakan salah satu pelaksanaan rencana aksi nasional," jelas Eko.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pung Nugroho Saksono mengatakan pihaknya akan mendukung kampanye destructive fishing tersebut.

"Ada air surveillance dan tiga armada kapal pengawas yang akan mendukung kampanye ini yaitu KP. Orca 04, KP. Hiu 02 dan KP. Hiu 5," ujarnya.

Selama 2021, KKP setidaknya telah melakukan proses hukum terhadap 20 orang pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak. Sebanyak 15 orang diproses hukum karena melakukan pengeboman ikan sedangkan 5 orang melakukan penyetruman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp Alat Tangkap
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top