Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wacana Impor Beras, Mendag Perlu Pikirkan Petani Lokal

Perpadi menilai kebijakan impor beras harus diikuti dengan mempertimbangkan kepentingan petani lokal.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  21:59 WIB
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang akan mengimpor beras adalah bertentangan dengan kepentingan petani lokal.

Wakil Ketua Umum Perpadi Jakarta Billy Haryanto mengatakan sebelum memutuskan kebijakan tersebut Mendag diharapkan bisa mendengar aspirasi dari petani terlebih dulu.

"Sebelum ambil keputusan, dia harus bener-bener lihat ke bawah [petani] dahulu," kata Billy dalam siaran pers, Rabu (24/3/2021).

Dia menuturkan seharusnya petani menikmati hasil panen dengan harga gabah yang sepadan. Adapun, wacana impor bakal membuat harga gabah anjlok.

Billy menjelaskan sekarang ini kondisi petani tengah terpuruk. Di Tegal, misalnya, harga gabah kering anjlok dari Rp5.000 per kg menjadi Rp3.500 per kg. Mendag diharapkan bisa mencari waktu yang tepat untuk menentukan kebijakan staregis yang menyangkut petani.

Dia juga mengusulkan Mendag untuk berkoordinasi dengan Bulog untuk menyesuaikan perhitungan kebutuhan beras setiap tahun.

"Kalau impor lagi mau disalurkan ke mana itu beras. Yang sekarang ada saja bingung dilepas ke mana," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top