Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR: Revitalisasi Danau Tidak Melulu Revitalisasi Fisik

Pemilihan danau yang direvitalisasi berdasar ekosistem sekitar danau dan danau yang masih memiliki ekosistem alami tidak memerlukan revitalisasi dengan kegiatan fisik.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  22:04 WIB
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI - Nancy Junita
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. JIBI - Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan akan tetap melakukan revitalisasi danau kritis sepanjang 2021 akan lebih dari tiga danau. Namun demikian, revitalisasi fisik hanya akan dilakukan pada tiga danau.

Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan kajian, pembuatan desain, dan penetapan sempadan juga termasuk dalam kegiatan revitalisasi danau kritis. Menurutnya, revitalisasi danau tidak harus melulu pekerjaan fisik.

"[Revitalisasi danau dilakukan] berdasarkan urgensi. [Kami akan revitalisasi] 15 danau tahun ini, tapi bukan fisik [semua]," ucapnya kepada Bisnis, Kamis (18/3/2021).

Selain itu, Airlangga berujar pemilihan danau yang direvitalisasi juga berdasar ekosistem sekitar danau. Airlangga menilai danau yang masih memiliki ekosistem alami tidak memerlukan revitalisasi dengan kegiatan fisik.

Airlangga mencontohkan kondisi salah satu danau kritis, yakni Danau Sentarum. Airlangga berpendapat kerusakan Danau Sentarum tidak separah danau lainnya lantaran berada di dalam kawasan lindung.

"Itu malah bagus, tidak perlu kami alokasikan kegiatan [revitalisasi] yang berat," ucapnya.

Airlangga berharap program revitalisasi 15 danau kritis tidak memakan biaya yang besar. Selain itu, lanjutnya, Kementerian PUPR optimistis dapat menyelesaikan program tersebut sebelum 2024.

"Mungkin lebih penting kegiatan di luar [revitalisasi fisik] danaunya.Sifat danau itu dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang notabenenya multistakeholder," ujarnya.

Pada 2019, Kementerian LHK mengalokasikan anggaran Rp14 juta per hektare untuk merehabilitasi 207.000 hektare hutan dan lahan. Dia berharap agar upaya konservasi ini juga akan sejalan dengan penanganan danau di kawasan hilir.

Ada 15 danau yang menjadi prioritas pemerintah untuk dipulihkan. Keberlangsungan 15 danau itu terancam akibat aktivitas perambahan, alih fungsi, pencemaran, hingga kerusakan daerah tangkapan air.

Kelima belas danau itu adalah Danau Toba, Kerinci, Maninjau, Singkarak, Rawa Danau, Rawa Pening, Batur, Sentarum, Semayang, Melintang, Jampang, dan Sentani.

Sulawesi menjadi wilayah dengan danau paling banyak diprioritaskan, yaitu Tondano, Limboto, Matano, Tempe, dan Poso.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan melakukan revitalisasi pada tujuh danau sepanjang tahun ini. Secara total, anggaran untuk program bendungan dan danau tahun ini mencapai Rp19,32 triliun.

Walaupun pemerintah akan melakukan revitalisasi terhadap tujuh danau, hanya tiga danau kritis yang akan direvitalisasi pada tahun ini. Ketiga danau kritis tersebut adalah Tondano, Limboto, dan Rawapening.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revitalisasi danau Kementerian PUPR
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top