Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Baru! Kecelakaan Bus di Sumedang Gara-Gara Google Maps?

KNKT menyebut sopir bus PO Sri Padma Kencana yang kecelakaan di Sumedang diketahui menggunakan Google Maps saat membawa penumpang pulang.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  17:07 WIB
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan fakta bahwa pengemudi bus pariwisata Sri Padma Kencana yang jatuh di Sumedang pada Rabu 10 Maret 2021 mengikuti jalan yang direkomendasikan Google Maps.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pengemudi bus maut tersebut menggunakan aplikasi penunjuk jalan tersebut karena tidak tahu jalan saat membawa penumpang pulang. Namun, jalan yang direkomendasikan ternyata tidak bisa dilalui bus besar hingga akhirnya bus terperosok di Tanjakan Cae.

“Beberapa kecelakaan terjadi karena [pengemudi] mengikuti Mbah Google [Maps], masuk jalan kecil, jalannya turun tajam,” ujarnya dalam diskusi daring, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, insiden kecelakaan kerap terjadi lantaran pengemudi kendaraan salah memilih jalan. Jalur yang berisiko yang dihadapi para sopir tak jarang merupakan hasil rekomendasi dari aplikasi penunjuk arah, yakni Google Maps.

Menyikapi temuan itu, Soerjanto mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Google untuk memblokir jalan-jalan alternatif yang membahayakan agar mencegah adanya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Di sisi lain, sebagai pengemudi ataupun pengguna jasa angkutan dia meminta masyarakat bijak saat menggunakan teknologi, khususnya dalam memilih jalan yang direkomendasikan oleh sebuah aplikasi.

“Kita harus bijak menggunakan teknologi 4.0. Seperti Mbah Google itu itu baik, tapi kadang-kadang juga enggak baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan kesadaran yang timbul dari dalam diri sendiri menjadi hal penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

Dia menyebut kecelakaan acap terjadi lantaran adanya pelanggaran atau kesalahan, baik teknis maupun non-teknis, seperti salah membaca peta atau arah yang direkomendasikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

knkt
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top