Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Usul VTS Dumai dan Batam Kelola Selat Malaka ke IMO

Pemerintah mengusulkan VTS Batam dan Dumai untuk mengelola Selat Malaka dan Singapura pada 2022 ke IMO karena memiliki lokasi yang strategis.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  15:05 WIB
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemanfaatan Vessel Traffic System (VTS) Batam dan Dumai untuk pemantauan lalu lintas Selat Malaka dan Singapura diusulkan ke Sidang Komite Keselamatan Maritim International Maritime Organization (IMO) pada 2022.

Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Marves Nanang Widiyatmojo mengatakan VTS Dumai dan VTS Batam punya lokasi strategis untuk memantau lalu lintas pelayaran di sepanjang Selat Malaka dan Selat Singapura. Sarana prasarana dan sumber daya manusia di dua VTS ini harus terus ditingkatkan, sehingga dapat turut menjalankan fungsi keselamatan pelayaran internasional.

Menurutnya, apabila usulan ini dapat diterima oleh IMO, maka Indonesia dapat lebih memegang peranan dalam pengelolaan keselamatan di Selat Malaka dan Singapura. Selama ini pelayaran internasional melalui Selat Malaka dan Selat Singapura adalah salah satu urat nadi utama perekonomian global.

“Selain meningkatkan keamanan dan keselamatan, pada masa mendatang diharapkan pelabuhan dan perusahaan-perusahaan bisa meningkatkan frekuensi dan kualitas pelayanan terhadap kapal. Kita tinjau kondisi yang ada, bagaimana Indonesia ke depan bisa lebih optimal memberikan layanan untuk pelayaran internasional,” ujarnya melalui siaran pers dikutip, Senin (15/3/2021).

Indonesia pun tengah menyusun Kertas Informasi untuk memperkenalkan secara resmi dua VTS tersebut ke Organisasi Maritim Internasional/IMO.

Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan yang mewakili Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengatakan fasilitas layanan VTS tersebut telah diperkenalkan ke Singapura dan Malaysia melalui Tripartite Technical Expert Group (TTEG) sejak 2018. Selama ini, kata dia, kewenangan mengawasi lalu lintas kapal yang melalui dua selat tersebut dipegang oleh tiga VTS yang dikelola Malaysia dan Singapura.

Padahal dia memproyeksikan dalam sehari rata-rata ada 100-an kapal yang melintas di wilayah Batam. Salah satu bentuk upaya meningkatkan keselamatan pelayaran khususnya di wilayah Selat Malaka dan Singapura adalah pelayanan lalu lintas kapal/VTS.

Layanan VTS yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dirancang untuk meningkatkan keselamatan kapal, efisiensi bernavigasi, dan perlindungan lingkungan, melalui pemantauan lalu lintas dan interaksi dengan kapal menggunakan sarana teknologi digital dan perangkat radio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub maritim
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top