Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok Cukup, Harga Gula Dijamin Tak Tembus Rp16.000 Seperti Tahun Lalu

Pemerintah telah mengeluarkan izin impor gula mentah dengan volume 680.000 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  20:34 WIB
Menteri Perdagangan RI M. Lutfi.  - Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan RI M. Lutfi. - Kementerian Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan harga gula jelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini tidak akan menembus Rp16.000 per kilogram sebagaimana sempat terjadi pada tahun lalu.

Lutfi mengatakan gula mentah impor yang dialokasikan telah mulai didistribusi dan pemerintah pun menyiapkan stok cadangan 150.000 ton gula kristal putih (GKP) yang diimpor oleh sejumlah BUMN. 

“Jumlah gula sebenarnya cukup melimpah dibandingkan dengan tahun lalu, saya pastikan tidak akan ada kenaikan yang berarti apalagi seperti tahun lalu yang sampai Rp16.000 dan Rp17.000. Secara teori tidak mungkin, karena barangnya ada,” kata Lutfi dalam konferensi pers, Senin (15/3/2021).

Lutfi menjelaskan sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan izin impor gula mentah dengan volume 680.000 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Alokasi impor diberikan kepada pabrik gula sebagai insentif idle capacity dan volumenya setara dengan 646.944 ton GKP.

Sejauh ini, Lutfi menyebutkan terdapat 147.270 ton gula eks-impor yang telah diolah oleh pabrik. Dari jumlah tersebut, 88.811 ton di telah didistribusikan ke pasar.

“Artinya ini masih ada sekitar 500.000 ton yang akan terus beredar di masyarakat antara hari ini sampai Lebaran,” lanjutnya.

Selain memberi lampu hijau impor gula mentah, Lutfi mengatakan pemerintah juga menugasi BUMN untuk mengamankan cadangan GKP sebagai sebagai iron stock.

Pengamanan cadangan ditugaskan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang mendapat tugas impor GKP volume 75.000 ton dan kepada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dengan volume yang sama.

“Saya sudah informasikan ke pedagang, petani dan pelaku usaha soal gula ini bahwa kita sudah memerintahkan iron stock yang ada di pemerintah lewat RNI dan PTPN III sekitar 150.000 ton. Jadi iron stock-nya pemerintah,” kata dia. 

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi mengemukakan perusahaan telah mendapat penugasan impor 75.000 ton gula untuk mengamankan pasokan. 

Pemasukan gula impor ini setidaknya akan dilakukan lewat 3 pelabuhan yakni Tanjung Priok dengan volume 30.000 ton, 30.000 ton lewat Tanjung Perak, dan 15.000 ton melalui pelabuhan Belawan, Medan. 

“Kami dapat impor GKP untuk 2021 sebesar 75.000 ton, dari jumlah tersebut estimasi pemasukan pada pekan pertama April sebesar 6.000 ton di Tanjung Priok,” kata Arief.

Arief memastikan penjualan GKP ini akan terbuka dan bisa ditelusuri. Sejauh ini RNI memiliki stok gula 44.199 ton dan memprediksi produksi gula oleh perusahaan dari perkebunan lokal mencapai 275.788 ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag stok pangan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top