Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paspor Kesehatan Bikin Rute Internasional Dibuka Lagi, Mungkinkah?

Pembentukan paspor kesehatan digital masih perlu proses karena harus mencapai adanya standarisasi internasional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  17:37 WIB
Sejumlah calon penumpang antre saat pengecekan tiket di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (21/9/2020). - ANTARA FOTO/Fauzan
Sejumlah calon penumpang antre saat pengecekan tiket di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (21/9/2020). - ANTARA FOTO/Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Program vaksinasi yang tengah berlangsung di sejumlah negara termasuk Indonesia diharapkan bisa mendorong pembukaan rute perjalanan di koridor khusus dengan menerapkan paspor kesehatan digital.

Nantinya, paspor kesehatan digital itu akan digunakan bagi penumpang yang sudah melakukan vaksinasi.

Namun apakah nantinya paspor kesehatan digital tersebut dapat diimplementasikan dan mendorong percepatan pembukaan rute internasional?

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soedjatman menilai ide paspor kesehatan digital bagus. Tetapi, dia mengkhawatirkan kondisi ini hanya akan dijadikan sebagai kesempatan untuk meraup keuntungan dari para vendor global solusi digital di industri penerbangan.

“Untuk koridor khusus saya rasa ini hanya impian dan wishful thinking saja. Pengen sih bisa tapi resiko jebolnya koridor tersebut sangat tinggi. Hong Kong dan Singapura bikin travel bubble saja jebol pada tahun kemarin, dibatalkan,” ujarnya, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, saat ini solusi bagi industri penerbangan masih akan tetap sama yakni peningkatan pengawasan serta kebijakan protokol kesehatan saat masuk suatu negara yang meliputi karantina dan tes.

Selain itu, tentunya juga dibantu dengan inovasi-inovasi deteksi cepat dan murah, hingga penerapan prosedur kesehatan yang bagus sampai wabah terkendali.

Senada, pemerhati penerbangan yang juga anggota ombudsman Alvin Lie mengatakan pembentukan paspor kesehatan digital masih perlu proses karena harus mencapai adanya standarisasi internasional. Hal ini berarti membentuk kesepakatan multilateral antar negara yang saling menghormati.

Menurutnya jika hal-hal tersebut sudah dapat dicapai secara bertahap barulah penerbangan internasional bisa kembali dibuka. Terutama bagi sejumlah penumpang yang sudah menerima vaksinasi sebanyak 2 kali.

“Secara konsep [paspor digital] sebetulnya memudahkan pemulihan transportasi udara. Bahkan bisa membantu industri dan perdagangan lintas negara,” ujarnya.

Sebelumnya, AirAsia Indonesia mendorong upaya standarisasi dan integrasi laporan tes kesehatan dan vaksin yang tersentralisasi melalui penggunaan paspor kesehatan elektronik yang dapat berlaku di Asean, negara-negara Asia, dan Australia sejalan dengan dimulainya vaksinasi di Indonesia.

Vera berpendapat dengan penerapan paspor kesehatan elektronik akan membuka kemungkinan terciptanya koridor perjalanan wisata internasional yang sehat dan aman khususnya bagi orang-orang yang telah divaksin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top