Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fantastis! IPO Holding BUMN Panas Bumi Disebut Mencapai Rp7 Triliun

Kementerian BUMN tengah menyelesaikan penggabungan tiga perusahaan untuk menjadi satu dalam holding panas bumi. Ketiga perusahaan itu adalah PT Pertamina Geothermal Energy, PT PLN Gas dan Geothermal, dan PT Geo Dipa Energy.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  20:28 WIB
Petugas melakukan pengawasan dan pengecekan pada pembangkit listrik tenaga panas bumi. Istimewa - PLN
Petugas melakukan pengawasan dan pengecekan pada pembangkit listrik tenaga panas bumi. Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara disebut berencana membawa holding perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang panas bumi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Rencana itu dikabarkan bernilai fantastis.

Seperti dikutip dari Bloomberg, rencana penawaran umum perdana saham holding BUMN panas bumi itu disebut mencapai US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun jika mengacu pada kurs Rp14.000. Adapun, rencana IPO itu guna memuluskan rencana sebagai perusahaan panas bumi terbesar di dunia.

Kementerian BUMN tengah menyelesaikan penggabungan tiga perusahaan untuk menjadi satu dalam holding panas bumi. Ketiga perusahaan itu adalah PT Pertamina Geothermal Energy, PT PLN Gas dan Geothermal, dan PT Geo Dipa Energy (Persero).

Sumber Bloomberg menyebutkan bahwa ketiga perusahaan itu sedang menyelesaikan urusan dengan konsultan untuk menyelesaikan kerja sama dalam waktu tiga bulan. Potensi penjualan saham perdana dari entitas hasil merger bisa dilakukan di Jakarta paling cepat akhir tahun ini.

Sumber itu menyebutkan bahwa hingga saat ini proses diskusi tengah berlangsung untuk membahas detail ukuran dan penjadwalan rencana itu.

Saat dimintai konfirmasi, pihak Geo Dipa dan PLN GG masih enggan untuk berkomentar. Begitu juga dengan Kementerian BUMN dan pihak Pertamina Geothermal Energy.

Nantinya, holding itu akan mngoperasikan kapasitas pembangkit 1.022,5 megawatt, terhitung hampir setengah dari pemanfaatan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia. Pada 2019, Indonesia memiliki 2,1 gigawatt kapasitas terpasang panas bumi.

Indonesia menargetkan kapasitas terpasang dari panas bumi sebesar 7,2 gigawatt pada 2025 sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen.

Selain itu, rencana IPO itu akan bergabung dengan PT Sanhiang Perkasa, PT Kalbe Farma, dan Archi Indonesia yang tengah mangantre dalam proses pencatatan sahamnya di BEI.

IPO tersebut akan mendorong pasar Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Pasalnya, sepanjang tahun ini Indonesia telah mencatatkan nilai IPO sebesar US$110 juta, terpaut tipis dari total sepanjang tahun lalu senilai US$157 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi holding bumn
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top