Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PD Berat! Proyeksi Penjualan Zoom Video Lampaui Perkiraan Analis

Perusahaan yang berbasis di San Jose, California, Amerika Serikat itu memperkirakan penjualan akan mencapai US$3,78 miliar pada tahun fiskal 2022.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  17:10 WIB
Zoom Video Communications, Inc.  - zoom.us
Zoom Video Communications, Inc. - zoom.us

Bisnis.com, JAKARTA - Zoom Video Communications Inc. memproyeksikan pendapatan tahunan yang akan melampaui perkiraan analis, menandakan layanan video meeting itu berharap untuk tetap hadir setelah pandemi surut.

Perusahaan yang berbasis di San Jose, California, Amerika Serikat itu memperkirakan penjualan akan mencapai US$3,78 miliar pada tahun fiskal 2022.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 43 persen jauh dari peningkatan 326 persen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Januari 2021, angka itu melampaui estimasi rata-rata analis 37 persen. Keuntungan diproyeksikan US$3,65 per lembar saham, dengan analis memperkirakan US$ 2,97.

Namun, investor dilanda kekhawatiran bahwa perusahaan tidak dapat melanjutkan pertumbuhan dramatis pada 2020 yang terdongkrak pembatasan virus sehingga memaksa pekerja dan siswa untuk tinggal di rumah.

Saham Zoom telah melonjak hampir lima kali lipat tahun lalu karena menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari pandemi, kenaikan pada bulan pertama 2021 hanya 11 persen.

Chief Executive Officer Zoom Eric Yuan telah mencoba mendiversifikasi kemampuan Zoom dan menambahkan produk seperti sistem telepon cloud untuk menarik lebih banyak perusahaan besar dan bisnis kecil dan menengah.

"Kami yakin kami berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan yang kuat dengan platform komunikasi video inovatif kami, di mana pelanggan kami dapat membangun, menjalankan, dan mengembangkan bisnis mereka; merek kami yang diakui secara global; dan tim selalu fokus untuk memberikan kebahagiaan kepada pelanggan kami,” kata Yuan dalam pernyataannya, dilansir Bloomberg, Selasa (2/3/2021).

Perusahaan itu juga mengungkap pendapatan yang meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi US$882,5 juta pada kuartal keempat tahun fiskal yang berakhir Januari 2021. Analis rata-rata memperkirakan US$811 juta. Keuntungan tercatat US$1,22 per saham, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata 79 sen.

"Dalam pandangan kami, dan suka atau tidak suka, video akan terus menjadi elemen inti dari kehidupan kita sehari-hari dan selanjutnya disematkan di tempat kerja, sekolah, dan lain-lain. Zoom jelas akan mendapat manfaat dan melaporkan tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Matt VanVliet, seorang analis di BTIG.

Zoom menawarkan pertemuan video gratis selama 40 menit dan dengan 100 peserta sebelum pengguna dikenai biaya untuk layanan tersebut. Analis berfokus pada jumlah pelanggan yang turun langganan bulanan atau tahunan, terutama di antara pengguna korporat.

Perusahaan mengatakan memiliki 467.100 pelanggan, melonjak sekitar 8 persen dari periode sebelumnya dan melampaui perkiraan rata-rata analis sebesar 442.570. Zoom juga mengatakan 1.644 klien memberikan kontribusi US$100.000 dalam pendapatan 12 bulan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan Zoom Video Communications

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top