Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Ingin Kembangkan KRL Yogyakarta–Solo di Kota Lain

Menhub Budi Karya ingin KRL Yogyakarta–Solo bisa dikembangakan di kota lain sebagai upaya elektrifikasi kereta perkotaan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  15:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR,  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan akan melakukan elektrifikasi kereta perkotaan lainnya layaknya Kereta Rel Listrik (KRL) yang sudah beroperasi di jalur Kereta Api Yogyakarta–Solo.

Budi menyebut pembangunan elektrifikasi jalur KA Yogyakarta–Solo ini sejalan dengan program Presiden Jokowi yang selalu menekankan untuk mengedepankan konektivitas, integrasi antar moda, dan modernisasi pada seluruh aspek transportasi di Indonesia.

KRL Yogya–Solo merupakan KRL pertama yang beroperasi di luar Jabodetabek. Ke depannya KRL seperti ini akan dikembangkan di kota-kota lainnya,” kata Menhub dalam siaran pers, Senin (1/3/2021).

Sebagaimana diketahui, KRL Yogyakarta–Solo ini telah beroperasi sejak 10 Februari 2021. Dalam satu hari, KRL ini dapat melayani 20 perjalanan yang melintasi 11 stasiun yaitu, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.

KRL ini juga memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan Kereta Rel Diesel (KRD) Prameks sebelumnya, di antaranya waktu tempuh perjalanan yang rata-rata 68 menit, atau lebih cepat dengan waktu tempuh rata-rata 75 menit dengan tarif yang masih sama seperti sebelumnya yaitu sebesar Rp8.000 (flat untuk semua rute).

Saat meresmikan pengoperasian layanan KRL, Presiden Jokowi juga mencoba langsung layanan KRL dari Stasiun Tugu, Yogyakarta sampai Stasiun Klaten.

“KRL ini adalah sebuah transportasi massal yang ramah lingkungan, dengan waktu tempuh yang lebih cepat dan dari sisi biaya operasi lebih murah dibandingkan KRD Prameks. Ini sebuah efisiensi yang bagus sekali. Saya berharap ini bisa membantu mobilisasi masyarakat di Yogyakarta–Solo dan bisa meningkatan pariwisata dan ekonomi kita,” kata Presiden Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top