Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Minta Pemda Ikut Subsidi Tarif Penyeberangan

Menhub Budi Karya menilai pemda bisa berperan untuk ikut membangun dermaga dan memberikan subsidi tarif agar angkutan penyeberangan aman dan terjangkau.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  00:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan dalam agenda uji coba bongkar muat di Pelabuhan Patimban, Kamis (3/12/2020).  -  Bisnis/Rinaldi M. Azka
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan dalam agenda uji coba bongkar muat di Pelabuhan Patimban, Kamis (3/12/2020). - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, BATAM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai saat ini perlu ada kerja sama yang baik antara PT ASDP Indonesia Ferry dengan pemerintah daerah untuk menyediakan angkutan penyeberangan yang aman dan terjangkau.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan konektivitas laut di Kepulauan Riau mutlak diperlukan karena wilayahnya terdiri dari pulau-pulau kecil dan 96 persen wilayahnya adalah lautan. Angkutan penyeberangan ini membantu masyarakat di Kepri untuk melakukan mobilitas sehari-hari.

Menhub juga menjelaskan konektivitas laut antarpulau adalah milik masyarakat kebanyakan, khususnya di Kepulauan Riau. Masyarakat membutuhkan angkutan penyeberangan yang berkeselamatan untuk bisa sampai ke kampung halaman dari atau yang akan menuju ke Batam untuk bekerja.

“Jadi kita kolaborasi secara bersama-sama, misalnya pemda bisa berperan untuk ikut membangun dermaga dan memberikan subsidi tarif, karena kegiatan angkutan penyeberangan ini merupakan bisnis yang marjinal sekali dan tidak bisa menerapkan tarif yang terlalu tinggi,” ujarnya saat peresmian Dermaga II Pelabuhan Telaga Punggur, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, menteri yang akrab disapa BKS tersebut juga menekankan upaya PT ASDP Indonesia Ferry yang saat ini berupaya membangun dermaga ini, di tengah kondisi keuangan perusahaan yang sedang kurang baik karena terdampak pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan hadirnya dermaga baru ini didorong adanya kebutuhan pengembangan pelabuhan dan peningkatanan kapasitas layanan penyeberangan yang dipicu semakin tingginya jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang via Telaga Punggur.

"Alhamdullilah, pembangunan Dermaga 2 Telaga Punggur ini rampung tepat waktu dalam 1 tahun, yang diharapkan akan meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan yang cukup sibuk ini. Kami targetkan dalam waktu dekat ini dapat melayani lintasan feri jarak jauh dengan waktu pelayaran 6–20 jam," ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Ira melaporkan terjadi penurunan jumlah penumpang yang diangkut menggunakan angkutan penyeberangan, tetapi untuk logistik mengalami kenaikan 11 persen. Saat ini ASDP Cabang Batam telah melayani 18 lintasan penyeberangan baik perintis maupun komersial.

Proyek Dermaga II Telaga Punggur senilai Rp60 miliar ini merupakan dermaga moveable bridge dengan tipe quay wall (yang sejajar dengan garis pantai) berkapasitas 80 ton memiliki panjang 75 meter dan lebar 12 meter serta kedalaman hingga 4.125 meter yang mampu disandari kapal berukuran 560 GRT hingga 5.000 GRT. Adapun dermaga yang beroperasi saat ini, yakni dermaga 1 dengan kapasitas 30 ton dan bisa disandari kapal maksimal 1.500 GRT.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top