Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini Strategi MRT Jakarta

MRT Jakarta telah melakukan strategi mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem awal tahun ini.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  22:18 WIB
Rangkaian gerbong kereta MRT terpakir di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Rangkaian gerbong kereta MRT terpakir di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan kesiapan baik infrastruktur maupun personel di setiap stasiun dalam menghadapi dampak dari cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi mengatakan inspeksi dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Senayan. Sejak Januari 2020, dia mengatakan telah menggunakan pompa air khusus jenis submersible pump yang dipasang di area masuk atau entrance khususnya di Stasiun Setiabudi Astra dan Istora Mandiri karena beberapa letak pintu masuknya yang lebih rendah dari jalan.

Pompa ini, sebutnya, akan mengalirkan air genangan di sekitar entrance ke drainase kota. Lebih jauh lagi, di area pedestrian Stasiun Setiabudi Astra dengan potensi genangan, telah disiapkan tujuh titik sumur resapan.

“Untuk memastikan kesiapan MRT Jakarta, terutama stasiun, dalam menghadapi cuaca esktrem. Seperti tadi kami sudah lihat dan uji bersama, pompa air yang ada di dalam stasiun bekerja dengan baik,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (22/2/2021).

Effendi juga menambahkan di area pintu masuk (entrance) stasiun tim bekerja dengan baik membuat limpasan air yang ada akibat hujan deras dan posisi entrance yang lebih rendah dari jalan. Bahkan, tim MRT Jakarta telah membuat beberapa saluran water trap atau drainase untuk mengalirkan limpasan air dari gedung atau jalan raya ke drainase kota.

Pembangunan MRT Jakarta telah memasukkan mitigasi bencana seperti banjir sejak dalam tahap perencanaan. PT MRT Jakarta (Perseroda) menggunakan data analisis banjir dan laporan hidrologi hingga 200 tahun ke belakang saat melakukan desain. Selain itu, posisi pintu masuk stasiun bawah tanah berada di ketinggian sampai dengan 1,5 meter dari permukaan tanah berdasarkan data banjir di Jakarta.

Setiap stasiun bawah tanah juga telah dilengkapi dengan pompa air dan di setiap pintu masuknya telah dipasang flood barrier. Sejumlah sensor level air juga ditempatkan di Kali Krukut dan terhubungkan dengan Pusat Kendali Operasi (OCC).

Selain kesiapan peralatan dan infrastruktur, setiap personel MRT Jakarta terkait seperti di stasiun telah mendapatkan pelatihan dan melaksanakan simulasi rutin terkait evakuasi bencana, termasuk banjir, terutama saat kejadian bencana terjadi pada jam operasional MRT Jakarta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top